Sekretaris Bp Sakit, Pembangunan Blok F Terhambat

by -

METROPOLITAN – Meski Walikota Bogor Bima Arya telah menyetujui satu perusahaan untuk merevitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, hingga kini Di­reksi PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor masih enggan mengumum­kan pemenangnya. Alih-alih belum menda­patkan surat resmi dari Badan Pengawas (BP), Andri Latif cs hingga kini masih be­lum mengumumkan nama perusahaan yang telah dipilihnya.

Direktur Utama PD PPJ Kota Bogor Andri Latif mengatakan, sesuai peraturan daerah (perda), pi­haknya meminta persetujuan walikota dalam menentukan satu peusahaan yang dianggap layak dan mampu merevitali­sasi Blok F Pasar Kebon Kembang. Hal itu pun dilakukan melalui BP agar BP bisa turut memberi kajian. “Otomatis jawaban persetujuan walikota akan kembali ke BP, tidak langs­ung ke direksi,” ujarnya ke­pada Metropolitan, kemarin. ­

Baca Juga  Diduga Pungli, Ratusan Warga Karehkel Demo Ke Kantor Desa

PD PPJ sendiri, kata dia, masih menunggu surat jawaban dari BP atas surat permohonan per­setujuan ke walikota melalui BP. Karena BP belum membalas surat dari PD PPJ, maka Andri Latif mengaku belum bisa men­gumumkannya. “Kami tidak bisa mengumumkannya karena belum mendapatkan surat se­cara resmi,” terangnya.

Andri juga memaparkan ba­hwa walikota Bogor sudah menyetujuinya sejak 10 Maret lalu. Meski telah mengetahui siapa pemenangnya, Andri mengaku tak mau gegabah mengumumkannya tanpa ada surat dari BP. “Mungkin karena sekretaris BP lagi sakit, kita tunggu saja,” paparnya.

Sementara itu, BP PD PPJ Kota Bogor Tri Irijanto membe­narkan bahwa surat resmi ter­kait persetujuan walikota belum dikirim ke direksi. Namun, ia mengaku setuju dengan pilihan direksi. Menurut dia, investor tersebut akan membangun Blok F tanpa mengurangi pedagang yang saat ini ada. Bahkan, jum­lah kiosnya menjadi 900 unit.

Baca Juga  Proyek BORR Seksi IIIA Bikin Banjir

(mam/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.