Tiga Gereja Di Parungpanjang Berstatus Quo

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Bogor menetapkan status quo terhadap tiga unit bangunan rumah yang dijadikan gereja di Keca­matan Parungpanjang, Kabupaten Bo­gor. Hal itu sebagai respons pemkab ter hadap penentangan warga kepada para pemilik dan jemaat di Gereja Katolik, Ge­reja Metodhist Indonesia dan Gereja Hu­ria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, ketiga bangunan itu menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari yang seharusnya digunakan sebagai pemu­kiman. Sehingga, langkah ini dilakukan untuk menjaga kekondusivan, keamanan dan kerukunan an­tarumat beragama di wilayah Kabupaten Bogor. “Jangan sampai ini bergejolak. Warga di sana diminta tidak melaku­kan tindakan melawan hukum,” kata Nurhayanti.

Ia juga mengaku telah meng­instruksikan kepada seluruh pemangku kebijakan dan apa­rat keamanan untuk menenang­kan warga di sekitar bangunan tersebut. Bahkan, meminta para pemuka agama dan tokoh masyarakat turut menjaga ke­rukunan di tengah masyarakat. “Pemerintah daerah menegas­kan tak ada upaya mendiskri­minasi salah satu pihak,” aku­nya.

Ia juga meyakinkan, peneta­pan status quo terhadap ke­tiga bangunan tersebut lebih kepada penegasan izin peng­gunaan bangunan. “Ada per­syaratan-persyaratan sesuai aturan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Kalau itu semua dipenuhi, kami pemerintah daerah tidak akan mempersulit,” ujarnya.

Baca Juga  Motor Staf Kecamatan Parungpanjang Disikat Maling

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabu­paten Bogor Mukri Aji berharap permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan dengan langkah persuasif.

Sebab, tiga bangunan itu sudah ada sejak 2002 dan mendapatkan penolakan dari warga sebanyak lima kali. “Mudah-mudahan melalui kesepakatan muspida dan ja­jaran Insya Allah secara per­suasif bisa selesai. Ada tempat yang pas untuk tiga sektor itu,” singkatnya.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengaku siap menga­mankan lokasi agar tak me­nimbulkan gesekan di antara jemaat tempat ibadah dan warga sekitarnya. Bahkan, siap mem-backup penuh apa pun keputusan pemerintah daerah. “Jangan sampai ada yang main hakim sendiri. Sebaiknya men­jaga situasi kondusif dengan cara menunggu keputusan yang akan dikeluarkan pemda,” tutupnya.

Baca Juga  Bos Pasar Seleksi Tujuh Investor

(rez/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *