Tipu 25 Warga Dapat Rp169 Juta

by -

A alias Ita (35) tak bisa berkutik lagi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proyek Tol Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi). Polres Bogor mene­tapkan mantan kepala urusan kesejahteraan rakyat (kaur kes­ra) Desa Wates­jaya, Kecamatan Cigombong itu setelah mengaku sebagai koordina­tor lapangan (korlap) percepatan ganti rugi pembangunan jalan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, Ita warga Kampung Pasirkuda, RT 02/03, Desa Watesjaya, Keca­matan Cigombong, Kabupaten Bogor itu mengaku-ngaku sebagai korlap yang dibentuk Desa Watesjaya. Kepada war­ga yang lahannya terkena dampak pembangunan tol, ia mengaku bisa membantu mem­percepat pengurusan proses ganti rugi.

Tak hanya itu, perempuan yang hanya berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT) itu menjanjikan bisa menaikkan nilai ganti rugi untuk tanah, bangunan serta tanaman warga yang terkena dampak lintasan proyek pembangunan Tol Bocimi. “Pelaku mengaku sebagai kor­lap percepatan ganti rugi,” kata Yusri.

Dalam menjalankan modus­nya, lanjut Yusri, pelaku juga meyakinkan kepada warga jika mengurus sendiri akan sulit karena ada beberapa persya­ratan yang harus dipenuhi. Sedangkan jika memakai jasanya, warga hanya akan terima beres. Namun, dengan konsekuensi warga penerima ganti rugi di­haruskan menyerahkan uang sebesar sepuluh persen dari nilai ganti rugi. “Di situ pelaku meminta warga penerima ganti rugi memberi komisi se­puluh persen dengan alasan uang itu untuk biaya adminis­trasi, korlap, pihak desa serta kecamatan,” ucap dia.

Namun, pada kenyataannya pihak Desa Watesjaya tak per­nah menunjuk ataupun mem­bentuk korlap yang dimaksud pelaku. Dalam proses pembe­rian ganti rugi pun diketahui tak dipungut biaya apa pun atau gratis. Bahkan, harga yang ditawarkan Panitia Pembebasan Tanah (P2T) kepada warga se­jak awal tak pernah berubah. “Dari hasil pemeriksaan dike­tahui tersangka telah mene­rima uang dari 25 orang dengan cara ditransfer ke rekening milik tersangka dan tunai dengan total Rp169.870.000,” imbuhnya.

Baca Juga  Laga Hidup atau Mati

Yusri menuturkan, atas per­buatannya, pelaku disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KU­HP. Dengan surat laporan po­lisi Nomor: LP/B/300/II/2017/JBR/RES BGR, tanggal 24 Fe­bruari 2017. “Paling lama em­pat tahun penjara,” tutur dia.

Adapun barang bukti yang telah diamankan antara lain satu lembar laporan transaksi rekening BRI, empat bundel lembar laporan transaksi re­kening BRI, dua berkas dokumen asli data validasi pemberian ganti kerugian dalam bentuk uang bagi warga Desa Watesjaya (penerima ganti rugi bangunan yang berada di atas tanah mi­lik PJKA, red).

Kemudian surat pernyataan kades Watesjaya beserta lam­piran identitas warga penerima ganti rugi serta laporan hasil pendataan dan penilaian bangu­nan milik warga Desa Watesjaya yang dilakukan Dinas Tata Ru­ang dan Pemukiman Kabupa­ten Bogor. “Itu barang bukti yang kita amankan dari para saksi, termasuk dari staf BPN selaku tim P2T.

Baca Juga  Smkn 3 Bogor Genjot Siswa Menjadi Profesional

Sedangkan dari pelaku dia­mankan satu bundel lembar laporan transaksi rekening BRI per tanggal 16 Februari 2017,” terangnya.

Sementara itu, kasus pungli ini tidak berdampak pada proyek pembangunan Tol Bo­cimi. Pantauan di lapangan, proses perencanaan pembangu­nan jalan tol sejak 1987 lalu itu masih berlangsung. Secara keseluruhan, konstruksi Tol Bocimi masih 6,8 persen dengan progres pembebasan lahannya baru menyentuh 28,23 persen. Data 22 Maret lalu, realisasi konstruksi seksi I sudah 39,94 persen dari rencana semula 36,23 persen dengan progres lahan terbebas 99,9 persen.

Menurut Kepala Badan Pen­gatur Jalan Tol (BPJT) Kemen­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna, pembangunan Tol Bocimi ma­sih terkendala beberapa hal, termasuk musim hujan yang terus mengguyur beberapa wilayah di Jawa Barat belakangan ini. ”Tol Bocimi jalan terus, cuma hujannya saja yang jadi masalah dan membuat target konstruksi menjadi sedikit me­leset,” tuturnya.

Baca Juga  Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Warga Diabaikan?

Untuk tiga seksi lainnya ya­kni seksi II Cigombong-Cibadak sepanjang 11,9 kilometer, seksi III Cibadak-Sukabumi Barat dengan panjang 13,7 kilometer dan seksi IV Suka­bumi Barat-Sukabumi Timur sepanjang 13,05 kilometer masih belum menunjukkan perkembangan berarti. ”Pem­bebasan lahannya saja masih nol persen. Seksi I Jalan Tol Bocimi kami targetkan bisa dilalui pada akhir Desember 2017,” sebut Herry.

 (rez/c/kps/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *