Viral Sepatu ‘Menguap’ Bocah Cianjur

by -

METROPOLITAN– Ali (33), orang tua Juhdi (13) siswa SDN 1 Sindanglaya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak menyangka jika kisah sepatu ‘menguap’ milik anaknya itu viral di media sosial (medsos). Sepatu hitam bagian kanan yang ‘menguap’ itu dipakai Juhdi saat ia dipercaya menjadi inspektur upacara di sekolahnya.

Foto dan cerita soal Juhdi memakai sepatu rusak itu diunggah oleh salah seorang gurunya via Facebook. Setelah viral, kediaman Ali didatangi sejumlah orang yang ingin memberikan bantuan berupa sepatu baru hingga peralatan sekolah untuk Juhdi.

Ali kaget sekaligus terharu dengan kepedulian para dermawan. Selama ini dia mengaku tak mengetahui soal kondisi sepatu ‘menguap’ milik Juhdi.

“Masalah sepatu itu, saya juga enggak menyadarinya. Setiap saya ke rumah, sepatu itu dia sembunyikan di bawah kolong ranjang. Mungkin maksud dia tak mau menjadi beban saya,” lirih Ali seraya menitikan air mata saat berbincang bersama detikcom di rumahnya, Kampung Padajaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur.

Juhdi ialah anak kedua Ali. Kakak Juhdi, delapan tahun silam, sudah meninggal dunia. Lalu menyusul ibu kandungnya karena sakit. Ali menikah lagi dan tinggal bersama istri barunya. Sementara Juhdi sehari-hari tinggal bersama nenek dan pamannya.

Sesekali Ali menengok Juhdi. “Dia (Juhdi) anaknya enggak pernah mengeluh. Mungkin dia sadar dengan kondisi orang tuanya. Masalah uang jajan juga setiap saya tanya, dia selalu jawab ada. Uang itu ia peroleh dari hasil memungut sayuran sisa panen milik petani,” tutur Ali sambil mengusap kepala Juhdi.

Viral Sepatu 'Menguap' Bocah Cianjur, Begini Cerita Sang AyahJuhdi memeprlihatkan sepatu kanan yang ‘menguap’. Foto: Syahdan Alamsyah

Ali saban hari bekerja sebagai buruh kebun milik tetangganya. Sehari ia memperoleh duit Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. “Kalau ada lebih biasanya saya sisihkan untuk biaya Juhdi sekolah, karena untuk jajan dia selalu menolak uang pemberian saya,” kata Ali.

Sementara itu meski sudah memiliki sepatu baru, Juhdi tak lantas membuang sepatu rusak miliknya. Sepatu itu akan ia simpan sebagai pemicu semangatnya kelak.

“Sepatu ini milik saudara anaknya paman, saya pinjam sudah lima bulan. Mungkin rusak karena setiap hari saya pakai jalan ke sekolah. Alhamdulillah sudah punya sepatu pengganti, tapi sepatu itu (rusak) enggak akan saya buang. Mau saya simpan,” tutur Juhdi yang bercita-cita menjadi tentara.

Setiap hari, Juhdi berjalan kaki sejauh tiga kilometer ke sekolahnya. Ia mengaku tak minder dengan kondisi sepatu ‘menguap’. Hal itu terlihat ketika dia dipercaya menjadi inspektur upacara di sekolahnya.

“Saya senang jadi inspektur upacara. Sudah beberapa kali dan enggak malu meski sepatunya begitu,” ucap Juhdi.

SUMBER: detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *