1.900 Jamaah Tertipu Travel Umrah

by -

Calon jamaah umrah mendatangi Masjid Baitul Faizin yang berlokasi di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin sore. Mereka merasa tertipu setelah keberangkatan umrah yang dijanjikan perusa­haan perjalanan Umrah dan Haji Plus PT Utsmaniyah Hannien Tour, tak kunjung datang hingga waktu yang sudah dijadwalkan.

SALAH seorang jamaah Hur­riyaturohman mengatakan, banyak calon jamaah yang dijanjikan berangkat pada Ja­nuari 2017, namun hingga kini tidak ada satu pun yang diberangkatkan ke Mekkah. “Daftar itu setahun lalu, se­perti saya yang akan berang­katkan Januari 2017, tetapi karena penuh saya dijanjikan berangkat Maret 2017,” katanya.

Ia juga menerangkan, seluruh kewajiban seperti pelunasan dan segala persayaratan yang dibutuhkan untuk perjalanan umrah sudah terpenuhi. Tapi, Hannien Tour terus mengulur waktu keberangkatan hingga akhirnya seluruh calon jamaah kesal dan terlanjur marah. “Sem­pat di pertengahan Februari 2017 saya diundang kembali untuk manasik di Asrama Haji Pondok Gede, saat itu juga diberikan mukena dan kain ihram untuk jamaah laki-laki. Namun, kami tak juga dibe­rangkatkan,” ucapnya.

Menurut dia, setiap calon jamaah saat manasik juga di­mintai tambahan biaya lantaran ada perubahan pesawat men­jadi Garuda. Setiap calon jamaah dimintai Rp900 ribu per orang. “Tetapi koper belum diberikan dan kita direncanakan berang­kat sesuai jadwal Maret, sejak itulah hingga saat ini pihak marketing perusahaan tersebut tidak pernah memberikan in­formasi kembali,” tuturnya.

Baca Juga  Niat Untung Jadi Buntung

Hurri menyesalkan kejadian tersebut, terlebih terdapat 1.900 jamaah lain yang juga menung­gu kepastian pemberangkatan. “Berbagai varian promo dengan harga berbeda ada juga yang bayar Rp28 juta dan Rp26. Saat itu saya mendapatkan promo dengan membayar Rp17 juta,” imbuhnya.

Sementara itu, sempat ter­jadi proses mediasi yang diha­diri ratusan CJU dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, mediasi itu awalnya jawaban dari PT Utsmaniyah Hannien Tour tak memberikan kepas­tian hingga akhirnya dibuat surat pernyataan kalau peru­sahaan travel akan bertanggung jawab untuk memberangkatkan para calon jamaah umrah ter­sebut. “Dalam surat pernya­taan tersebut, Hanin Tour akan bertanggung jawab dan akan memberangkatkan jamaah periode April sampai Desember 2017, dengan list yang dibuat Senin. Mereka juga akan mem­berangkatkan empat rom­bongan yang berjumlah sekitar 60 orang pada April-Mei,” bebernya.

Meski begitu, mereka meny­angsikan janji yang sudah di­buat ke seluruh jamaah untuk diberangkatkan hingga akhir Desember 2017. Karena, jika hal tersebut tak terlaksana pi­haknya meminta perusahaan travel tersebut mengembalikan dana yang sudah dibayarkan tanpa potongan. “Awalnya kita akan dipotong sebesar Rp3,5 juta dengan pengemba­lian 30 hingga 90 hari tetapi kita tolak dan kita tetap minta tanpa potongan,” ujarnya.

Baca Juga  Komisi A Minta Satpol Pp Tindak Lucky One

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya saat ini tengah mela­kukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai laporan tersebut. “Masih dalam pemeriksaan,” singkatnya.

Sementara itu, Direktur Uta­ma PT Utsmaniyah Hannien Tour Farid Rosyidin yang juga hadir di Masjid Baitul Faizin menjelaskan, sesi tahun ini pemberangakatan umroh se­banyak 5.000 jamaah dari seluruh wilayah di Indonesia. Namun, dari total 5.000 jamaah masih tersisa 1.500 jamaah yang ma­sih belum diberangkatkan ke tanah suci lantaran terjadi mis komunikasi di internal perusa­haan.

Di seluruh Indonesia, pihaknya punya sepuluh cabang peru­sahaan termasuk di wilayah Kabupaten Bogor yang me­layani paket keberangkatan umrah.

Menurutnya, keterlambatan keberangkatan para jamaah ke tanah suci ini lantaran terjadi over kapasitas data setelah diberlakukan paket promo dari harga normal Rp25 juta menjadi Rp20 juta dengan pa­ket promo. Namun, paket promo yang diberikan itu me­lebihi kapasitas yang sudah ditentukan perusahana yakni 80 persen nonpromo dan 20 persen promo. Namun, hal ini berbalik menjadi 80 persen promo dan 20 persen non­promo sehingga tidak bisa menutupi harga promo. Pada­hal, kata dia, harga tiket pesa­wat dan hotel tidak berubah.

Baca Juga  Pemilik Ruko Darul Quran Tetap Bandel

”Secara sistem sudah diba­tasi. Tapi dalam praktiknya tim marketing ini membuat sema­cam perjanjian di bawah tangan dengan calon jamaah umrah sehingga mau tidak mau harus diakomodasi oleh pusat,” ujar­nya.

Ia juga berjanji mencari so­lusi terbaik agar masyarakat yang sudah melunasi pem­bayaran paket umrah bisa tetap berangkat ke Tanah suci. Men­urutnya, sesi keberangkatan umrah pada April-Juni diundur dan Oktober-Desember. ”Kami sudah ada kesepakatan dengan calon jamaah, nanti Senin kami coba menentukan estimasi kuota yang akan berangkat hingga Juni,” kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada calon jamaah yang belum bisa diberangkatkan. “Ini akan men­jadi koreksi kami ke depan agar lebih baik,” katanya.

(rez/c/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.