Bima Arya Dapat Nilai CC 3 Tahun

by -

WALIKOTA Bandung Ridwan Kamil pamer rapor merah di media sosial (medsos). Lewat akun Instagram dan Twitter-nya, lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu mengunggah hasil kinerja pemerintah daerah (pemda). Dalam keterangan yang diunggahnya, suami Atalya Praratya itu mengucapkan syukurnya karena mendapat nilai paling bagus se-Indonesia.

RAPOR kinerja tahunan Kota Bandung 2016 dari KemenPANRB (SAKIP) kembali A. Alhamdulillah. Hatur Nuhun untuk birokrasi yang mau berubah, lebih melayani dan terus berinovasi. Man jadda wajada. *Se-Indonesia Kota/Kab yang rapornya A ada 2: Kota Bandung dan Kab Banyuwangi,” tulis Kang Emil melengkapi foto daftar nilai hasil evaluasi AKIP kota/kabupaten se-Jawa Barat yang di-upload melalui akun Instagram-nya.

Jika Kota Bandung berhasil menorehkan prestasi dengan capaian nilai A sejak 2015-2016, beda halnya dengan Kota Bogor yang hanya justru mendapat nilai CC tiga tahun berturut-turut.

Di bawah pimpinan Bima Arya, Kota Bogor sementara harus berpuas dengan nilai pemberian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Sontak, posting-an yang diunggah Kang Emil pun menyedot perhatian netizen. Bahkan, ada salah satunya yang menyindir kinerja Bima-Usmar. Salah satu akun dengan user name @tommyinsanr bahkan ikut menyampaikan kekecewaannya dengan menautkan akun Walikota Bogor Bima Arya dan akun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. “Waduh pa @bimaaryasugiarto @pemkotbogor, kota kita tercinta nilainya CC tuh, sedih banget pa. Ayo semangat lakukan perubahan,” tulis akun milik @tommyinsanr.

Baca Juga  Kota Bogor Optimis Turunkan Status PPKM ke Level 1, Ini Upaya Bima Arya

Berdasarkan data yang diunggah Kang Emil, terlihat torehan penilaian KemenPAN-RB. Di 2014, pemkot mendapat nilai CC dengan poin 55.98. Untuk 2015, nilai CC tidak lepas dengan poin yang sedikit naik menjadi 56.04. Sementara di 2016, naik kembali menjadi 57.89 meski dengan nilai yang masih sama yaitu CC.

Menyikapi penilaian itu, Walikota Bogor Bima Arya langsung putar otak. Lelaki yang baru saja melewati tiga tahun masa kepemimpinannya ini berencana memboyong seluruh SKPD bertemu langsung MenPAN-RB pada Kamis (20/4). Tujuannya agar mendapat evaluasi yang detail agar tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik. “Kami juga sudah melakukan evaluasi dan akan langsung bertemu MenPAN-RB. Target tahun depan harus naik,” kata Bima kepada Metropolitan, kemarin.

Baca Juga  Dorong Bima Nyakub, PAN Nunggu Hasil Survei

Menurut Bima, kesesuaian antara perencanaan dan output kegiatan menjadi persoalan mendasar yang dihadapi Pemkot Bogor selama ini. Paling tidak, dirinya menargetkan pemkot menadapat nilai B di 2017 nanti. “Hampir seluruh kota di Jawa Barat nilainya CC. Paling tidak tahun depan dapat B,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Najamudin meminta Pemkot Bogor segera mencari solusi tepat. Jangan sampai nilai CC yang sudah tiga tahun melekat di Pemkot Bogor tidak berubah di 2017 dan tahun-tahun berikutnya. “Dari awal kami berusaha agar Kota Bogor terus berkembang ke arah yang lebih baik. Tetapi kalau selama tiga tahun tidak ada perubahan, perlu dicari tahu salahnya di mana? Ini harus disikapi serius,” ujar lelaki yang akrab disapa Kang Naja.

Kang Naja menyarankan agar Pemkot Bogor melakukan evaluasi mendalam kepada seluruh SKPD. Jika sudah diketahui mana SKPD yang kinerjanya buruk, pemkot bisa mengambil langkah tegas untuk perbaikan ke depannya. “Sah-sah saja bisa mengajak seluruh SKPD bertemu MenPAN-RB, tetapi saya rasa itu kurang tepat. Tidak perlu dibawa agar tidak mengganggu juga pelayanan yang ada. Cukup evaluasi internal dan mencarikan solusi. Pemkot harus tegas,” pesannya.

Baca Juga  Wuih.. Bima Arya Janji Tingkatkan Bonus buat Atlet Kota Bogor hingga Rp100 Juta

Sementara itu, kemarin kepemimpinan Bima Arya mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Isalam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bogor menggelar aksi di depan Balaikota Bogor. Dalam orasinya, sejumlah anggota PMII menilai bahwa Bima Arya belum dapat menyelesaikan sejumlah masalah. Seperti kebudayaan yang saat ini banyak cagar budaya yang masih telantar di Kota Bogor.

Koordinator Lapangan Sahrul Mubarok mengatakan, sebagai walikota Bogor, Bima Arya agar segera menuntaskan program enam skala prioritas. Selain mengingatkan walikota, para pedemo juga meminta walikota menghidupkan kembali budaya Sunda dan memperhatikan seluruh cagar budaya yang ada di Kota Bogor. “Walikota Bima Arya lebih mementingkan pembangunan taman dibandingkan soal sejarah Kota Bogor. Banyak sejarah cagar budaya di Kota Bogor yang tidak diperhatikan karena walikotanya sibuk terus dengan kegiatan-kegiatan seremonial dan pencitraan,” tegasnya.

(fin/mam/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.