Bima Arya Semringah Urus Terminal Baranangsiang Lagi

by -

METROPOLITAN – Persoalan Terminal Baranangsiang me­masuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersiap merombak terminal setelah pemerintah pusat mengem­balikan asetnya tanpa alasan jelas. Walikota Bogor Bima Arya tampak semringah dengan pengembalian itu. Sebab arti­nya seluruh pengelolaan ter­minal akan sepenuhnya di­tangani Pemkot Bogor. “Saya sudah mendapatkan laporan langsung dari menteri perhu­bungan, pengelolaan Terminal Baranangsiang dikembalikan ke Pemkot Bogor. Artinya pe­merintah pusat tidak jadi mengelola terminal. Kita harus bersiap-siap kembali mengelo­lanya,” ujarnya kepada Metro­politan.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini heran atas sikap pe­merintah pusat tersebut. Pa­dahal penyerahan aset sesuai peraturan perundang-undan­gan. Walaupun, menurut Bima, pernyataan tersebut belum resmi secara tertulis. “Jadi ha­rus duduk bersama lagi antara kementerian, BPTJ dan Pemkot soal pengelolaan Terminal BaBogor. Kami akan memastikan ranangsiang ini,” terangnya.­

Baca Juga  Sdn Cibuluh 3 Tak Punya Halaman

Terkait rencana pembangunan optimalisasi Terminal Ba­ranangsiang, Bima menegaskan, rencana pembangunan berja­lan terus on the track. Pemkot Bogor sudah menyetujui desain pembangunan dari pihak ke­tiga. “Terpenting adalah pola ke depan harus jelas dengan dikembalikan pengelolaan ke Pemkot Bogor ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BP­KAD) Kota Bogor Anggraeni Iswara mengaku telah me­nyiapkan semua berkas penyerahan selama kurang lebih satu tahun ini, dari mu­lai asset-aset, para pekerja dan lainnya. Ia juga mengaku kaget atas informasi bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyera­hkan kembali Terminal Ba­ranangsiang kepada Pemkot Bogor. “Personel, Pendanaan, Pra-sarana sarana serta Do­kumen (P3D) memang telah diserahkan kepada pemeritah pusat, namun aneh juga se­karang dikembalikan lagi,” katanya.

Lantaran baru mengetahui infomasi tersebut, ia akan ber­koordinasi kembali dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memastikan informasi tersebut. “Itu kan dari pak wali langsung, nanti saya tanya dulu kepada dishub untuk me­mastikan kebenarannya,” je­lasnya.

Baca Juga  Perhimpunan Sadulur Salembur Kirim Bantuan buat Korban Rumah Ambruk

Seperti diketahui, Agustus 2016 lalu, Pemkot Bogor me­nyerahkan aset Terminal Ba­ranangsiang ke pemerintah pusat. Selain serah terima per­sonel, pemkot juga menyera­hkan P3D Terminal Baranangsi­ang ke Kemenhub.

Dalam serah terima P3D, khusus untuk personel akan diserahkan sebanyak 48 orang yang tediri dari 35 PNS, tiga Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan sepuluh tenaga sukare­lawan ke Kemenhub. Jumlah ini adalah semua karyawan yang bekerja di Terminal Ba­ranangsiang. Sedangkan, untuk sarana pra-sarana men­cakup aset, perlengkapan maupun peralatan yang mele­kat di terminal juga akan di­serahkan.

Sementara, untuk pembiay­aan secara otomatis setelah adanya Berita Acara Serahte­rima (BAS), pembiayaan per­sonel seperti gaji, tunjangan kerja dan intensif semuanya akan menjadi tanggung jawab Kemenhub. Soal dokumen juga akan diserahkan secara keseluruhan, bisa berupa di antaranya Surat Keterangan (SK) PNS, Sasaran Kerja Pega­wai (SKP), Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dan dokumen yang berhu­bungan dengan personel dan peralatan aset.

Baca Juga  Ke Mana Pupr Sampai Warga Perbaiki Jembatan Sendiri?

Sebelum adanya penyerahan aset, Pemkot Bogor berencana merombak terminal. Nantinya kawasan terminal disulap men­jadi kawasan yang terintegra­si dengan mal dan hotel. Namun rencana optimalisasi Terminal Baranangsiang yang tertunda selama lima tahun ini menuai kontroversi. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor mengaju­kan gugatan baik melalui me­kanisme class action atau citi­zen law suit maupun gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Ne­gara (PTUN).

(mam/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.