Ditangkap, Pelaku Didatangi Arwah Wahyudin

by -91 views

METROPOLITAN – Setelah jadi buronan polisi selama dua pekan, tiga tersangka pembunuh Wahyudin (30), warga Citeureup yang ditemukan mengambang di Kali Ciliwung Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Rabu (29/3), berhasil diringkus.

Tersangka MI alias Baim (24), S alias Eman (30) dan RS alias Ketek (23), ditangkap
Tim Buser di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho.
“Iya, pelakunya sudah kita tangkap dan masih diperiksa,” ujar Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani didampingi Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Mantan Kapolres Toli-Toli ini mengungkapkan, dari pemeriksaan awal penyidik, modus pelaku menghabisi korbannya dengan cara mengeroyok, setelah itu barang milik korban diambil. “Pelaku sempat mengeroyok korban hingga terdapat luka resapan darah di bagian kepala pertama kali ditemukan di kali. Sedangkan barang-barang milik korban juga diambil,”ungkap perwira jebolan Akpol 1996 ini.

Baca Juga  Tangan HS terluka Sempat Ke Klinik Cikarang

Dari hasil penyelidikan, pelaku menaruh dendam pada korban karena kerap menjadi cepu (mata-mata, red) polisi dalam mengungkap jaringan narkoba. “Sudah banyak teman kita yang ditangkap berkat informasi korban yang membocorkannya ke polisi. Kita berempat, termasuk korban, sebelumnya pernah ditahan di Lapas Paledang,” ujar Ketek.

Mulanya ia mengaku tak berniat menghabisi nyawa temannya. Hanya ingin memberi pelajaran pada korban yang sering jadi mata-mata polisi. “Cuma mau kasih pelajaran saja karena sering lapor ke polisi,” kata pria bertubuh kurus itu.

Namun, takdir berkata lain. Sebilah balok kayu yang menghantam kepala korban membuat Wahyudin meregang nyawa. Jasad korban dibuang ke kali. Sebelum dibuang, para pelaku mencoba mengelabui keluarga korban dengan mengirim pesan singkat. Isi pesan tersebut tentang pemberitahuan bahwa korban dikepung dan ditangkap polisi.

Baca Juga  Ngeri, Mayat Dalam Koper Bikin Geger Warga Bogor

Sementara setelah puas menghabisi nyawa korban, mereka langsung membuang dan pergi dari lokasi menggunakan sepeda motor. Sepeda motor korban juga diambil pelaku, kemudian dijual di sosial media. “Dijual seribu (Rp1 juta, red). Dijualnya ke orang nggak kenal. Ngasihnya di pom bensin di Bogor,” ungkap dia.

Sementara itu, Eman mengaku bahwa dirinya yang pertama kali merencanakan membunuh korban. Eman tak lain adalah keponakannya sendiri. Saat kejadian, para pelaku mengajak korban bertemu di daerah Bojonggede. “Korban sempat mengonsumsi minuman keras jenis ciu yang dibelinya bersama-sama seharga Rp50 ribu. Dalam keadaan tidak sadar lalu korban dikeroyok dan dipukuli hingga tewas,” katanya.
Rupanya, setelah menghabisi nyawa rekannya, Eman kerap digentayangi arwah Wahyudin. “Dia pakai baju putih. Saya minta maaf ke dia,” akunya.

Baca Juga  Kakak Kandung Gunakan Gunting Sol Sepatu Tusuk Sang Adik Hingga Tewas

(pos/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *