Habis Nonton Film Porno, Gurandil Cabuli Tiga Remaja

by -

CIBINONG – Tindak pelecehan seksual Maya Sari Bakti memenangkan tender. kembali terjadi di Bumi Tegar Berim Kali ini dialami RI (15), RA (14) dan A (15), warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Ketiga lelaki ini menjadi korban bejat Y (35) yang berprofesi sebagai gurandil atau penambang emas liar di wilayah

Kabupaten Bogor. Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan, kejadian ini bermula saat pelaku dan korban bersamasama menonton video porno di kediaman pelaku. Dari situ, pelaku melakukan tindak pelecehan seksual alias sodomi kepada para korban.

“Motivasi pelaku melakukan ini karena terpicu menonton film porno bersama korban,” terang Bimantoro. Menurut Bimantoro, dari hasil keterangan pelaku, korban mendapatkan perlakuan tidak senonoh di waktu berbeda dan tindak pelecehan yang berbedabeda pula.

Baca Juga  Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Cibinong Bogor

Pelaku mengenal para korban dari komunitas yang sama, sehingga sering bertemu. “Menurut pengakuan pelaku, ada yang diisap kemaluannya sampai mengeluarkan air mani. Kita juga masih dalami keterangan dari tersangka,” ujarnya. Aksi bejat pelaku diketahui saat salah satu orang tua korban curiga terhadap perubahan anaknya.

Setelah digali, orang tua korban mendapatkan infor masi bahwa anaknya menjadi korban pelecehan seksual. “Kasus ini terungkap dari laporan orang tua korban. Korban juga saat ini mengalami trauma,” katanya.

Bimantoro mengaku tengah berkoordinasi dengan psikolog untuk menggali lebih dalam keterangan dan motif yang dilakukan pelaku. Karena dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru melakukannya hanya kepada tiga korban tersebu. .Sedangkan untuk status pelaku, Y merupakan pria beristri yang telah memiliki anak.

Baca Juga  Pemeriksaan Kasus OTT Pejabat Bogor Selesai, Polres Umumkan Status Tersangka Besok

“Teridentifikasi ada tiga dan itu juga sesuai pengakuan tersangka. Kita sedang minta bantuan psikolog,” katanya. Atas perbuatannya, pelaku yang kini sudah diamankan di Mako Polres Bogor disangkakan dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Minimal 15 tahun. Korban mendapatkan paksaan dari tersangka,” tutupnya.

(rez/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *