Kaulinan Urang Sunda Hampir Punah

by -

 

Ciawi – Permainan anak-anak atau lebih dikenal ’kaulinan barudak’ masyarakat tatar Sunda, saat ini sangat jarang dimainkan, bahkan dianggap asing. Padahal banyak filosofi budaya yang terkandung di dalamnya

seperti kebersamaan, kesederhanaan, toleransi dan gotong-royong. Banyak ragam permainan yang dulu sering

dimainkan bersama, seperti gatrik, galasin, bebentengan, bola bendol dan masih banyak lagi. Biasanya permainan tersebut dimainkan menjelang magrib, ketika anakanak hendak pergi mengaji. Kini gadget dan komputer menggantikan posisi permainan anak. Menurut budayawan asal Ciawi Andi, permainan anak yang dulu biasa dimainkan telah bergeser seiring banyaknya teknologi modern. Anak-anak lebih memilih bermain sendiri ketimbang bermain bersama, namun sangat disayangkan akhirnya permainan tradisional tersisih. ”Sangat disayangkan adalah nilai kebersamaannya, juga turut terkikis dan dikhawatirkan membentuk pribadi yang masa bodoh alias tidak peduli,” katanya. Dia juga mengatakan, perlu peran pemerintah dalam melestarikan budayabudaya yang memang hampir tidak dikenal lagi, karena itu merupakan kekayaan

bangsa. ”Alangkah lebih baik apabila tradisi itu diperkenalkan lagi ke generasi penerus, agar mereka lebih mencintai adat dan tahu dari mana mereka berasal,” tutupnya.

(ash/b/suf/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *