Kejati Bantah Periksa Pejabat Kota Bogor

by -

Babak kedua kasus korupsi pembebasan lahan Jambu Dua yang menyeret pejabat teras di Kota Bogor akan dimulai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat telah meningkatkan status yang semula penyelidi­kan menjadi penyidikan. Namun, Kejati membantah telah melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat Kota Bogor yang menjadi saksi dalam kasus Angkahong ini.

Setelah vonis empat tahun penjara untuk mantan Kepala Dinas UMKM Kota Bogor Hi­dayat Yudha Priatna, mantan Camat Tanah Sareal Kota Bogor Irwan Gumelar dan Ketua Tim Apraisal Ronny Nasrun Adnan pada akhir September 2016 lalu, kasus Angkahong kem­bali jadi perbincangan. Kabarnya sudah ada empat saksi yang diperiksa dan akan dijadikan tersangka baru. Namun, hal ter­sebut buru-buru dibantah Ke­pala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jawa Barat Ray­mond Ali. “Memang sudah ma­suk penyidikan, tapi belum periksa saksi-saksi,” kata Raymond kepada Metropolitan, kemarin.

Baca Juga  Biasa Kulineran Malam di Kawasan Devries Kota Bogor? 'Libur' Dulu Dua Pekan yaa..

Menurut dia, proses penanga­nan kasus Angkahong terus berjalan. Saat ini penyidik sedang berupaya mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat du­gaan yang ada. Terlebih sebe­lumnya dalam putusan majelis hakim ada beberapa orang saksi yang dinyatakan sebagai pleger atau keikutsertaan dalam korupsi tersebut. Jika sudah melakukan pemeriksaan, kata Raymond, tim penyidik nanti­nya akan mengumpulkan se­jumlah alat bukti, yang menunju­kan kepada salah satu ter­sangka baru. “Kalau semuanya sudah terpenuhi, Kejati Jawa Barat akan segera mengumum­kan tersangka dalam kasus ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bogor Andi Fajar menjelaskan, dari ketiga terdakwa tersebut masih dalam tahap kasasi. Saat ini pi­haknya masih menunggu putu­san kassasi tersebut. “Kami masih menunggu putusan kasasi tersebut sebagai panduan kita melangkah selanjutnya,” papar­nya melalui pesan singkat.

Baca Juga  Cabai Merosot, Bawang Meroket

Terpisah Pengamat Hukum Ujang Sujai menjelaskan, dengan ditingkatkan satatus penyeli­dikan menjadi penyidikan maka tidak menutup kemun­gkinan akan ada tersangka baru lagi. Menurut dia, penyidik telah memiliki satu alat bukti dari putusan sebelumnya bahwa ada beberapa orang saksi yang dengan status pleger. “Pasti akan ada tersangka baru lagi, kemarin kan sudah ada alat buktinya dari hasil putusan yang sebelumnya,” jelasnya.

Untuk alat bukti selanjutnya, praktisi hukum ini mengatakan, penyidik bakal mendapatkannya dari pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. Terlebih saksi yang akan diperiksa merupakan sak­si yang sebelumnya pernah di­periksa juga. “Maka dari itu Kejati akan melakukan peme­riksaan secara intensif dan se­cara maraton kepada saksi-saksi tersebut. Hingga pada akhirnya Kejati akan menetapkan tersangka,” katanya.

Baca Juga  Seleksi Pemain Persikabo Dikeluhkan

(mam/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.