Larangan Masuk Sempur Masih Uji Coba

by -

METROPOLITAN – La­rangan masuk mobil ke Taman Sempur di jam-jam tertentu resmi berlaku hari ini. Pemberitahuan soal la­rangan ini pun sudah mulai terpampang di jalan masuk Taman Sempur dari arah Jalan Jalak Harupat maupun Jalan Salak sejak kemarin.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Herry Karnadi mengungkapkan, bagi pen­gunjung yang melanggar memang belum dikenakan sanksi tertentu. Sanksinya, kata dia, lebih kepada sank­si sosial. “Sekarang bawa mobil di Minggu pagi atau Sabtu sore, jauh-jauh macet di dalam nyari parkir susah, jadi kesal sendiri. Jadi lebih baik naik angkot biar lebih cepat menikmati Taman Sempur,” katanya.

Tak hanya papan larang­an, sejumlah stiker pun dibagikan khusus bagi warga Sempur. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bogor Rachmawati mengungkapkan, peraturan baru itu diberlakukan untuk mengu­rangi kepadatan kendaraan. Menurut mantan camat Bogor Tengah itu, selama ini ken­daraan pengunjung Taman Lapangan Sempur acap kali membuat lalu lintas macet. ”Iya, kawasan Sempur saat akhir pekan padat dan ini merupakan masukan dari warga Sempur. Makanya akan kita uji cobakan besok 1 April,” ujar Rachmawati. ­

Baca Juga  Usai Asian Games, Bima Minta Atlet Fokus Porda

Meski demikian, Pemerintah Kota Bogor lewat Dinas Per­hubungan tak memberi so­lusi bagi warga di luar Sempur yang ingin berkunjung ke taman tersebut. Hingga kini belum ada lokasi yang bisa digunakan pengunjung untuk memarkirkan kendaraannya. Kini sebagai solusi dari kepa­datan tersebut, Pemerintah Kota Bogor berinisiasi mem­beri stiker sebagai pembeda antara warga Sempur asli dengan pengunjung Taman Lapangan Sempur.

Sementara itu, Lurah Sempur Rena Dafrina mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemasangan pada beberapa kendaraan milik warga Sem­pur. “Stikernya ada 500 yang dibagikan. Itu sejumlah ken­daraan yang dimiliki warga Sempur,” singkat Rena.

 (wil/tib/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.