Nganggur Empat Bulan, Masih Urus Surat-Surat

by -

Tak hanya Bus Uncal, sepuluh bus bantuan dari Kementerian Perhubung­an (Kemenhub) juga hingga kemarin (18/4) masih terparkir di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jalan Raya Tajur Kecamatan Bogor Timur. Sudah empat bulan, bus ini tidak bisa beroperasi lantaran belum dilengkapi surat-surat.

KEPALA Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea mengaku masih mengurusi masalah administrasi. Bus yang datang sejak Desember 2016 lalu itu ma­sih harus menunggu fakturnya keluar. Sehingga dengan faktur tersebut nantinya baru bisa memproses urusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). “Ada proses administrasi yang kita coba selesaikan. Ka­rena administrasi antara lain untuk faktur­nya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Baca Juga  Mantap, SSB Munjul Jaya Bogor Boyong 2 Piala di Kejuaran Antar Provinsi

Jimmy juga belum bisa memastikan mengenai kapan bus teresbut bisa mulai dioperasikan. Ia pun belum mengetahui bus tersebut ke depannya. Semengenai sistem pengelolaan jauh ini, Walikota Bogor Bima Arya pun baru menandatan­gai serah terima operasionalnya. Artinya, aset tersebut masih milik kemenhub. “Ini yang se­dang diurus dengan kemenhub, ini mau langsung dihibahkan ke Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) atau tidak,” terangnya.­

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu surat resmi serah terima dari kementerian yang hingga sekarang belum selesai. Ia mengatakan, jika berita acara serah terima sudah di­berikan ke Pemkot Bogor, maka proses selanjutnya pen­gurusan perizinan. Karena un­tuk mengurus perizinan dibu­tuhkan dokumen serah terima dan faktur surat surat ken­daraan. Bus ini nantinya akan dioperasionalkan operator angkutan massal di Kota Bogor. “Memang unit-unit bus ini su­dah diserahkan ke Pemkot Bogor, tetapi berita acara serah terimanya belum,” paparnya.

Baca Juga  Bogor Punya Streetfood

Mengenai penggunaannya, bus tersebut akan digunakan sebagai angkutan massal di Kota Bogor. Tapi, angkutan massal yang dimaksudnya itu bukan program hasil konversi dari tiga angkutan kota (angkot) menjadi satu bus.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Laniasari mengaku kecewa kepada Dishub Kota Bogor karena belum ada kejelasan mengenai berita acara serah terima bus dari kemenhub. Menurutnya, dengan jangka waktu hampir empat bulan ini, Dishub Kota Bogor bisa langs­ung melakukan jemput bola ke kemenhub. “Mubazir jadinya tidak dipergunakan bus itu,” jelasnya.

Lania juga akan memperta­nyakan kepada dishub menge­nai permasalahan yang ter­kait dengan belum bisa bero­perasionalnya sepuluh bus bantuan tersebut. “Prosesnya sudah sampai mana dan kapan bisa dioperasionalkan, akan kita tanya. Takutnya nanti rusak busnya kalau kelamaan dibi­arkan,” katanya.

Baca Juga  Pesan Said Aqil Siradj Saat Pelantikan PCNU Bogor, Moderat dan Toleran Adalah Prinsip NU

(mam/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.