Ngeri! Ada 30 Liter Cairan Ungu di Perut Manusia Balon

by -

“Sehari-hari dia jalannya merangkak, saking perutnya besar,” kata ketua Dua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor Hen­dra (48), kepada Metropolitan.

Pihak keluarga pun tak kalah bingung dengan penyakit Ira. Sebab, tak hanya mengalami sakit fisik, Ira juga belakangan mulai depresi atas penyakit anehnya. Sampai-sampai, se­luruh daun jendela rumahnya sudah tak berkaca karena amukan Ira si manusia balon.

“Daun jendela rumah Ira su­dah tidak menggunakan kaca akibat dirusaknya,” urainya.

Kepada tim, orang tuanya menceritakan, sebelumnya Ira merupakan gadis yang peri­ang dan cantik di kampung ini. Sekitar empat tahun lalu, ada lelaki asal Palembang yang menawari Ira masuk pendi­dikan polisi wanita (polwan), rayuan tersebut melunturkan Ira hingga ia mengamininya.

Baca Juga  Stok Obat di Puskesmas Aman sampai 18 Bulan

“Sesampainya di sana, bukan jadi polwan malahan menjadi pembantu dengan gaji Rp300 ribu per bulan. Hanya ber­tahan enam bulan, akhirnya Ira pulang kampung,” bebernya.

Saat pulang ke rumah, lanjut Hendra, tingkah lakunya mu­lai aneh. Ia sering melamun hingga akhirnya mengalami depresi. Tak kuasa melihat penyakit yang diderita anak gadisnya, akhirnya keluarga membawanya ke Rumah Sakit Sekar di wilayah Sukabumi untuk dioperasi.

“Saat dioperasi, dokter berha­sil mengeluarkan 30 liter cairan berwarna ungu,” ujarnya.

Pihak keluarga merasa lega karena operasinya berjalan lancar. Sayangnya, saat diba­wa pulang ke rumah, perutnya kembali membesar seperti dulu lagi sampai saat ini. Pihak desa bersama IPSM sudah membuatkan kartu BPJS untuk berobat.

Baca Juga  Camat Cicurug Ajak Warga Giatkan PHBS

Namun pihak keluarga me­nolak, dengan alasan tidak ada uang untuk menunggui Ira selama di rumah sakit. Selama ini untuk makan sehari-hari saja tidak ada.

“Penyakit yang dikeluhkan­nya seperti di luar kewajaran akhirnya kepala desa berini­satif mengobatinya ke pengo­batan non medis. Setelah itu, rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit PMI,” tukasnya.

(ads/b/feb/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.