Ratusan Ribu Pelajar Belum Punya Akta Lahir

by -

METROPOLITAN – Kepemilikan akta kelahiran masyarakat Kabupaten Bogor berusia dini tergolong cukup rendah. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor menca­tat sedikitnya ada 144.000 anak berusia 0-18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran. Hal ini justru memaksa Dis­dukcapil Kabupaten Bogor terus memu­tar otak untuk mengurangi jumlah ter­sebut. Kepala Seksi Pencatatan dan Kelahiran Kabupaten Bogor Suparno mengatakan, 144 ribu pelajar yang belum mempunyai akta ke­lahiran itu tersebar di seluruh sekolah yang ada di Kabupa­ten Bogor. Namun, angka ini belum termasuk dengan SMP negeri dan swasta. “Semuanya tersebar di sekolahan yang ada di Kabupaten Bogor. Tapi 5.000 siswa sudah kita layani,” kata Suparno.

Baca Juga  Puluhan PNS Kena Razia Satpol PP

Menurut dia, disdukcapil akan terus melakukan jemput bola bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk memberikan pelayanan kepada para pelajar yang be­lum memiliki akta kelahiran. “Kita agendakan satu minggu tiga kali melalui program akta kelahiran siswa. Dilakukan Selasa, Rabu dan Kamis untuk sekolah. Sehari diperkirakan bisa melayani 300-400 pelajar,” ucap dia.

Suparno juga menjelaskan, tak hanya bagi para pelajar, warga yang baru melahirkan pun bisa langsung mengurus pembuatan akta kelahiran. Sebab, saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan Rumah Sakit (RS) yang ada di Kabupaten Bogor. “Jadi nan­ti yang melahirkan akan dila­porkan ke RSUD Leuwiliang dibantu kerja sama dengan bidan dengan cara online. Ke depan bukan hanya RS tetapi kemungkinan bisa ke tingkat puskesmas,” ujarnya.

Baca Juga  Pencuri Belanjaan Gentayangan Di Pasar Cigombong

Sementara itu, Asisten Eko­nomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Bogor Rustandi mengingat­kan para orang tua wajib sesegera mungkin membu­atkan akta kelahiran bagi anak mereka, khususnya yang tinggal jauh dari perkotaan. Sebab, akta kelahiran meru­pakan dokumen awal bagi masyarakat. “Persoalan ini terkadang sering terlupakan oleh orang tua. Padahal selaku warga negara, kelahi­ran seorang anak haruslah tercatat sesuai ketentuan hukum berlaku. Makanya, yang harus dipikirkan orang tua setelah kelahiran anaknya adalah membuatkan akta lahir bagi anaknya,” kata Rus­tandi beberapa waktu lalu.

(rez/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.