Sempat Dijampi-Jampi Sebelum Dirujuk Ke Rumah Sakit

by -

Muhammad Yusuf Permana, siswa Ash-Shoheh yang jadi korban diceplok telur busuk tinggal pasrah menerima kondisinya. Setiap hari, beragam jenis obat terpaksa ia tenggak demi mengembalikan mata kirinya yang tak lagi bisa melihat. Bahkan, ia sempat dijampi-jampi sebelum akhirnya mendapat pengobatan medis.

PAMAN korban Juli (40) menjelaskan bahwa kornea mata Yusuf rusak karena cairan telur busuk masuk ke mata sebelah kiri korban.

“Kornea matanya rusak. Awalnya cuma luka, lukanya agak sembuh. Cuma sekarang (Yusuf) enggak bisa ngeliat,” jelas Juli.

Untuk menyembuhkan mata Yusuf, keluarga korban pun melakukan berbagai cara pengo­batan. Mulai dari alternatif sampai medis.

Tante korban Asih (36) menjelaskan bahwa awalnya Yusuf menggunakan pengobatan alternatif.

Baca Juga  Dirut Sriwijaya Air Ungkap Sosok Kapten Afwan, Bergabung Sejak 2014

“Awalnya pas pertama minta air dijampi, sudah tiga kali. Airnya diminum sama ditetes,” jelasnya.

Lalu, pengobatan alternatif lainnya adalah dengan memba­wa Yusuf ke Kampung Talajung di Wanaherang, Kabupaten Bo­gor. “Ke rumah sakit (di) Jakarta sambil (ke) Talajung, Kampung Talajung, Wanaherang arah Cileungsi. Itu juga jampi cuma matanya dijilat. (Itu sudah) em­pat kali,” ujarnya.

Sementara pengobatan medis juga dilakukan demi berikhtiar untuk Yusuf. Dari berobat ke bidan sampai ke rumah sakit juga dilakukan.

“Di bidan dikasih obat sama salep terus (pengobatan) ke Rumah Sakit Sentosa yang di Sentul. (Di sana) di obatin dikasih (obat) tetes,” ujar Asih.

Dari Rumah Sakit Sentosa Bogor lalu ke RSUD Cibinong sampai ke RS Harapan Bunda, Jakarta Timur Yusuf sambangi demi mendapatkan kesembu­han. Juli menjelaskan bahwa untuk saat ini Yusuf sedang berobat di Rumah Sakit Ha­rapan Bunda, Jakarta Timur.

Baca Juga  Gelar Seminar Dan Lomba Tata Rias

“Lagi berobat di Jakarta, di (Rumah Sakit) Harapan Bunda, Pasar Rebo,” ungkapnya.

Yusuf pun harus rajin mene­teskan obat ke matanya. Asih menjelaskan bahwa lima jam sekali obat tetes harus ditetes­kan ke mata Yusuf.

“Lima jam sekali obat tetesnya, sehari lima hari tetes. Sebelumnya pas awal-awal sejam sekali,” paparnya.

Asih, yang merupakan istri Juli menjelaskan bahwa Yusuf akan kembali berobat ke RS Harapan Bunda pada 21 April. “Sekarang 8 (April) ya, 21 (April) kontrol, 21 Mei kontrol. Setelah itu bisa dicangkok kalau ada biaya,” jelasnya.

(feb/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.