Tsania Tuntut Hak Asuh Anak Ke Pa Cibinong

by -

METROPOLITAN – Perda­maian dalam kasus perceraian Atalarik Syah dan Tsania Mar­wa bak panggang jauh dari api. Perselisihan keduanya yang berujung di meja hijau Pengadilan Agama (PA) Cibi­nong, Kabupaten Bogor, se­makin hari semakin memanas. Kuasa Hukum Atalarik yang belum lama ini melaporkan kepada aparat berwajib me­micu pernikahan kedua pa­sangan ini tak dapat diperta­hankan lagi. Apalagi, Tsania sendiri berencana melaporkan suami yang telah dinikahinya selama lima tahun ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dengan tudingan mem­persulit bertemu kedua buah hatinya. “Kami juga akan be­rencana melaporkan kejadian ini kepada KPAI. Karena, kami tidak mau anak-anak mende­rita psikis dan ini yang perlu dicatat,” kata Kuasa Hukum Tsania, Hamdan, usai mengik­uti sidang mediasi di PA Cibi­nong, kemarin.

Menurut Hamdan, Tsania sebagai ibu berhak dan mem­punyai hak secara hukum da­lam perlindungan anak untuk melihat kondisi kedua anaknya. Sehingga, tidak dibenarkan jika kedatangan kliennya ke kediaman tergugat untuk mengambil secara paksa kedua buah hatinya yang berada di kediaman Atalarik. “Sesuai per­lindungan anak, semasih anak itu belum 12 tahun, hak asuh mereka berada di ibunya,” ucap dia.

Baca Juga  Modali PDAM Rp100 M, Pansus Pikir-pikir

Hamdan juga menuturkan, kedatangan Tsania ke kediaman Atalarik yang membawa aparat kepolisian sebetulnya sudah dengan etika yang baik. Ka­rena, sebelum mendatangi kediaman tergugat, kliennya melapor terlebih dahulu ke ketua RT dan didampingi bha­binkabtibmas yang selalu be­rada di Kelurahan Pakansari. Menurut dia, pihak Atalarik tak punya dasar melaporkan ke­jadian itu, Sebab, anak itu ada­lah hak bagi ibu dan bapaknya. “Bukannya diberi masuk tapi malah diomel-omelin sama penjaganya. Dia (Tsania) sudah punya itikad baik melapor ke RT,” ujarnya.

Sementara itu, Tsania Mar­wa berucap syukur atas sidang mediasi yang dihelat kemarin, karena dirasa berjalan cukup baik. Akan tetapi, ia tetap ke­pada pendirinya meneruskan gugatan cerai kepada Atala­rik Syah dan meminta hak asuh anaknya. “Alhamdulilah hari ini bisa dibilang berjalan cu­kup baik. Sidang dilanjutin lagi 23 Mei, namun tentatif,” kata Tsania.

Baca Juga  Stasiun Sukaresmi Dilirik Bos Olympic

Soal jalannya persidangan yang dimulai sejak 10:15 WIB, Tsania terlihat kesal dan men­gatakan tidak ikhlas jika kem­bali dengan Atalarik. Men­urutnya, ia sudah menikah selama lima tahun bersama Atalarik, dalam artian secara lahir batin, materi dan fisik sudah diserahkan semuanya untuk suaminya. Namun, feed­back yang didapatkan, mulai dari melarang bertemu dengan anak-anaknya, menurunkan dari mobil di tengah jalan hingga penahanan barang-barang miliknya.

Belum lagi baru-baru ini ia dilaporkan ke kepolisian dengan tudingan membobol masuk rumah Atalarik. Se­hingga, seharusnya dapat dilihat dari fakta yang ada, apakah fakta itu menunjukan beliau masih mau rujuk dengan dirinya. “Kok saya susah per­caya. Emang apa yang sudah saya buat sama dia dan emang yang buat sakit hatinya di mana. Kalau saya mundur dari pernikahan punya alasan kuat, namun tidak mungkin saya beritahukan di sini, tolong hargain saya,” ujarnya.

Baca Juga  Bima Arya Semringah Urus Terminal Baranangsiang Lagi

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Atalarik Junaidi menga­ku, mempersilakan jika Tsania bersama kuasa hukumnya ingin melaporkan kliennya ke KPAI. Kalaupun ingin bertemu, kliennya tak akan mungkin mempersulit pertemuan ibu dan kedua buah hatinya. “Ter­serah dia saja apa yang mau dilaporkan. Kalau mau ketemu tinggal bicara, bisa ngomong langsung ke Arik, keluarga atau kuasa hukumnya. Tapi dia (Tsa­nia) tidak ada upaya, padahal Arik sendiri sudah menunggu lama Marwa kembali ke rumah,” singkat Junaidi.

Hal berbeda ditunjukkan Atalarik Syah usai mengha­diri sidang mediasi di PA Ci­binong, Kabupaten Bogor, kemarin. Lelaki yang mengena­kan kemeja biru bermotif batik itu diam seribu bahasa saat diberondong pertanyaan pewarta. Sambil dikawal bo­dyguard yang berjumlah ku­rang lebih sebanyak delapan orang, bapak dua anak ini berlalu menuju Pajero Sport berwarna putih dengan nopol B 1514 TJR yang terparkir di seberang Kantor PA Cibinong.

(rez/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.