357 Ribu Pemilik Kendaraan Masih Nunggak Pajak

by -

METROPOLITAN – Kesadaran warga Kabupaten Sukabumi membayar pajak kendaraan rupanya masih rendah. Buk­tinya, jumlah wajib pajak yang belum membayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sukabumi masih cukup ba­nyak. Data dari kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD) Kabupaten Sukabumi I Cibadak menyebutkan jum­lahnya tersisa sekitar 25 persen dari total jumlah kendaraan. ”Jumlah potensi wa­jib pajak kendaraan sekitar 357 ribu dan yang menunggak sekitar 25 persen,’’ ujar Kepala kantor CPPD Sukabumi I Cibadak Kusno Suryanto kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Namun, lanjut dia, kendaraan yang menunggak pajak ini masih harus dite­lusuri apakah hilang atau mengalami kerusakan. Karena itu, petugas bersama Bhabinkamtibmas tengah melakukan penelusuran mengenai permasalahan tersebut. Hal ini untuk memastikan jum­lah kendaraan yang menunggak pajak. Kantor CPPD juga berupaya meningkat­kan kualitas pelayanan dengan membangun gedung baru yang luasannya lebih besar dibanding lokasi lama. Bangunan baru berdiri di atas lahan seluas 7,015 meter persegi dengan luas bangunan 3.695 meter persegi. Peresmian gedung ini dilakukan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan pada Jumat (26/5).

Baca Juga  FAP Disia-siain di Bogor, Berjaya di Sukabumi

Harapannya, lanjut Kusno, pelayanan kepada wajib pajak bisa meningkat dan jumlah pendapatan juga mengalami ke­naikan. Peningkatan pendapatan dari pajak ini akan menunjang pembangunan di daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, pembangunan gedung baru CPPD di Sukabumi diha­rapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Gedung yang lama kurang memadai untuk pelayanan ka­rena juga wajib pajak terus meningkat,’’ terang dia kepada wartawan di Suka­bumi. Sebelumnya, Gubernur Jabar Ah­mad Heryawan mengatakan, jumlah penunggak pajak kendaraan di Jabar mengalami penurunan akibat adanya sejumlah inovasi yang digulirkan pemerin­tah.

(rig/rol/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.