Dewan Usulkan Dana Kesejahteraan Guru Honor Naik

by -

METROPOLITAN – Aksi demonstrasi guru honorer di Kabupaten Bogor yang berujung ricuh mendapat ke­prihatinan dari badan legislatif di Bumi Tegar Beriman. Tuntutan para guru honorer mendapatkan kesejahteran yang layak mulai dipikirkan wakil rakyat di Kabupaten Bogor. Hal tersebut dikatakan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadi Wibawa saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurut Egi, permintaan guru honorer menaikkan pendapatan itu sah-sah saja. Karena di Anggaran Penda­ Kabupaten Bogor diyakini mampu memenuhinya. Sepatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga, pemerintah dan dewan memiliki kewajiban mengatur alokasi anggaran bagi para guru honorer. “Tinggal kita atur alokasinya saja. Walaupun ta­hun ini ada kebijakan lain un­tuk pemberian anggaran itu, tetapi kita yakin Kepala BPKAD yang baru dan mantan Kadis­dik ini paham mengenai tun­tutan guru honorer,” kata Egi.­

Baca Juga  Jelang Ramadan, Penjualan Mukena Motif Cetak Daun Ikut Meningkat

Jika berbicara daerah lain sudah mengeluarkan SK bagi para guru honorer agar bisa mengikuti sertifikasi, dijelaskan Egi, di Kabupaten Bogor hal tersebut memang belum dila­kukan. Hal itu kemungkinan karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum mem­punyai payung hukum untuk SK tersebut. Sehingga, posisi DPRD sangat terbuka untuk sama-sama mempelajarinya. “Ketika pemerintah daerah lain bisa mengeluarkan itu, Pemkab Bogor juga bisa tetapi dengan proses. Kita terbuka untuk meng kaji aturan tersebut,” jelasnya.

Namun demikian, yakin dia, usulan itu bisa diproses tetapi tidak instan. Artinya, ada pro­ses yang harus ditempuh. “Ini persoalan regulasi saja yang mungkin Kadisdik belum me­nemui payung hukumnya,” imbuh dia.

Baca Juga  KPAI Ajak Siswa Sirnaasih Liburan ke Puncak

Ia mengimbau para guru ho­norer menyudahi aksi unjuk rasa yang dilakukan seperti kemarin. Sebab, pemerintah dan dewan sudah menangkap bola panas ini sehingga akan segera menindaklanjutinya. “Kembalilah mengajar karena kasihan murid-muridnya. Biar­kan kita yang mengkajinya. Tetapi by proses,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan ang­gota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Habib Agil. Menurutnya, para guru honorer sebaiknya menyerahkan persoalan ini ke­pada pemerintah dan dewan. Sebab, pihaknya akan berusaha semampu mungkin memperju­angkan nasib guru honorer agar mendapatkan gaji yang layak. “Kita juga miris mendengarnya (guru melakukan demo, red). Kemarin juga sudah kita coba perjuangkan lewat APBD namun hanya bisa terealisasi sedikit. Tetapi kita akan perjuangkan terus agar nasib mereka jadi lebih baik,” tutupnya.

Baca Juga  Rumpun Bambu Hancurkan Bangunan Sekolah

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan guru honorer di Kabupaten Bogor berujung ricuh. Ratusan tenaga pendidik ini terlibat aksi dorong-mendo­rong dengan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor di depan pintu gerbang lingkup Pemkab Bogor.

 (rez/b/els/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *