Pasar Belawan Direvitalisasi

by -

METROPOLITAN- Kementerian Perdagangan tengah memprogramkan pengembangan pasar tradisional. Tak hanya memikirkan persaingan dengan pasar modern dan menentukan kebijakan jarak dua kilo meter, revitalisasi pasar tradisional juga menjadi fokus.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan, kondisi pasar tradisional kini sebagian besar telah kumuh dan tidak layak. Sehingga, timbul pertanyaan apakah kondisi tersebut didiamkan?

Jawabannya, tentu tidak karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memberi perhatian lebih terhadap pasar tradisional. Artinya, perbaiki semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan anggaran yang ada.

“Kami diperintahkan Presiden Jokowi bersama pemerintah daerah untuk melakukan renovasi maupun revitalisasi, terhadap kondisi pasar yang kumuh, jorok, bocor atau tidak layak lagi. Karena, dengan kondisi pasar yang tidak layak lagi, tentunya berdampak terhadap peningkatan ekonomi. Artinya, bagaimana mungkin meningkatkan ekonomi pedagang, sementara kondisi fisik pasar sudah tidak layak lagi,” jelas Mendag saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) periode 2017-2022, di aula kampus Universitas Sari Mutiara-Indonesia, Medan.

Baca Juga  6 Hewan Laut Yang Paling Berbisa

Enggar menyebutkan, ketika fisik pasar tradisional sudah direnovasi atau direvitalisasi, pedagang harus menjaga kebersihan dan juga merawatnya.

“Kami tidak mau jika pasar sudah direvitalisasi tapi dalam waktu setahun sudah kumuh. Jadi, tolong rawat kondisi pasar dan anggap seperti rumah kita sendiri karena sebagai tempat untuk menyambung hidup,” ujarnya.

Dia menuturkan, kebijakan dan rencana ke depan terhadap pengembangan pasar tradisional tersebut terdapat di dalam nawacita. Dimana ada 5.000 pasar sampai tahun 2019.

“Untuk tahun 2017 ada hampir 3.000 pasar, namun tahun depan kita kejar menjadi 4.000 pasar dan 2019 5.000 pasar. Namun, tidak semua pasar bisa terjangkau dengan dana APBN, DAK maupun bantuan sehingga kita juga kombinasi dengan APBD. Program ini diprioritaskan kepada pasar Tipe C dan Tipe D di daerah-daerah, dengan anggaran mencapai Rp4 miliar dan Rp6 miliar pada tahun 2017-2018,” tuturnya.

Baca Juga  Mega: Perbedaan Politik Jangan Saling Mencaci

Menurut dia, pasar tradisional atau pasar rakyat mencerminkan budaya dari masyarakat pada umumnya. Dimana di pasar tradisional, dalam transaksi jual beli terjadi adanya tawar menawar.

Kata dia, transaksi jual beli yang benar ada terjadi di pasar tradisional dan bisa diukur. Namun, lain halnya dengan pasar modern. Sebab, yang ada hanya pembeli mengambil barang dan membayarnya ke kasir. Sehingga, proses tawar menawar yang biasa terjadi dan sudah menjadi kebiasaan hilang. Padahal, proses itu sudah menjadi budaya.

“Istri saya itu, kalau lagi ke luar kota atau daerah dan bahkan luar negeri, ketika berbelanja pasti mencari pasar tradisional. Tidak ada pasar tradisional yang tidak dikunjunginya,” aku Enggar.

Baca Juga  Zayn Malik Luncurkan Lagu Misterius

Sementara, Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya menuturkan, tahun ini pasar tradisional yang direvitalisasi yaitu Pasar Kampung Lalang.

“Tahun 2018, dua pasar yang direvitalisasi seperti pasar Belawan yang terganggu dengan adanya banjir rob dan atapnya sudah hancur,” ujar Rusdi.

SUMBER : pojoksatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *