ABG di Cileungsi Bunuh Mahasiswa Pakai Tabung Gas

by -

METROPOLITAN – Setelah jadi buronan selama dua pekan, DS (17) pembunuh anak juragan sembako di Jalan Pesantren Al Fatah, Kam­pung Pasirangin, RT 03/04, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi akhirnya berhasil dibekuk.

Pelajar putus sekolah itu kabur setelah berhasil mencuri hingga nekat membunuh Ahmad Fadli Hasibuan (20) yang berstatus mahasiswa. Per­membobol plafon toko semsitiwa ini berawal saat pelaku bako yang ditempati Fadli. ­

Saat itu, pelaku berusaha menggasak barang yang ada di warung, namun aksinya keburu dipergoki korban.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung mengambil tabung gas berukuran tiga kilogram dan menghantamkannya ke kepala korban. Korban ber­simbah darah hingga tewas di tempat, sementara pelaku langsung kabur.

Baca Juga  Mei, Naik Pelaminan Bareng Vicky Prasetyo

“Kita berhasil mengamankan pelaku dua hari yang lalu berkat kerja sama jajaran serse Polsek dan Polres Bogor. Pelaku diamankan dengan barang bukti hasil curian,” kata Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky.

Selanjutnya, Dicky menu­tukan, tetangga korban Rusli melihat rolling door toko sembako milik keluarga kor­ban terbuka sekitar 03:30 WIB. Karena merasa curiga, Rusli langsung melaporkan ke­pada porang tua korban yang rumahnya tak jauh dari toko sembako. “Saksi yang pertama melihat merasa curiga dengan pintu toko yang terbuka. So­alnya, biasanya toko itu buka jam 08:00 WIB,” tuturnya.

Sesampainya di toko semba­ko, orang tua korban pun be­gitu terkejut melihat anaknya sudah bersimbah darah di bagian kepala belakangnya. “Dari situ warga langsung mel­aporkan ke Polsek Cileungsi untuk penyelidikan lebih lan­jut,” tutupnya.

Baca Juga  Outlet Pengecer Pelumas Hadir Di SPBU Cibinong

“Dari olah TKP dan keteran­gan saksi serta bukti petunjuk dilokasi, pelaku yang diburu sebulan lebih akhirnya berhasil tangkap,” kata Dicky, Rabu (14/6).

Pelaku usai menghabisi nya­wa korban, lalu menggasak barang berupa rokok, ponsel dan uang tunai. Ponsel korban yang sudah dijual, diamankan kembali. Sementara uang sudah terpakai. Motor korban merek Honda Beat Nopol F 3374 MA juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

“Pelaku awalnya hanya mau mencuri, namun karena di­pergoki korban yang tidur di dalam toko, maka terjadilah pembunuhan,” ujar AKBP Dicky.

Sementara itu, sambung dia, guna mempertanggungjaw­abkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 (1 dan 3) atau Pasal 338 KUHP, terkait kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengakibat­kan korban meninggal dunia. “Pelaku diancam maksimal 15 tahun penjara,” imbuh Dicky.

Baca Juga  KONI Kabupaten Bogor Cari Nakhoda Baru

(rez/c/feb/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.