Berangkat ke Tanah Suci Berkat Usaha Keripik Pangsit

by -

Usaha Kripik Pangsit Anatarkan Iwan ke Tanah Suci. Sejak 2007, Iwan Ridwan (48) warga Kampung Cibereumkalong RT 01/05, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga menggeluti usaha keripik Pangsit. Berkat, keuletan dalam mengembangkan usaha akhirnya bisa ke tanah suci.

Ridwan menuturkan, usahanya keripik Pangsit berawal dari rasa penasaran karena beberapa pengusaha makanan bisa sukses membuka usaha kuliner kue. Jauh sebelum berkecimpung di bisnis makanan ringan, ia lebih dulu meretas usaha kredit baju. Keraguan memang sempat membayangi benaknya saat itu sebab Ridwan tidak punya pengalaman berbisnis makanan.

’’Percobaan demi percobaan pun terus dilakukan akhirnya menghasilkan kripik pangsit yang renyah dan gurih,” ujar bapak dua anak kepada Metropolitan, kemarin.

Ridwan menambahkan, untuk bahan baku dibelinya di Pasar Bogor. Dalam sehari bersama kelima karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar dapat memproduksi 50 kilogram keripik pangsit dengan merek dagang ISMI. penjualan kripik yang sudah berjalan selama sembilan tahun dijual ke toko makanan yang berada di Bogor. Tidak sedikit juga konsumen datang langsung ke rumah untuk keperluan hanjatan. “Alhamdulilah berkat keuletan dan kerja keras dari usaha keripik pangsit bisa menunaikan ibadah haji,” katanya.

Dalam menggeluti usaha keripik, lajutnya. Selain persaingan produk, harga bahan baku juga jadi kendala seperti terigu. Sehingga produksi keripik tidak bisa banyak. “Saya harap pe­merintah daerah bisa membatu masalah permodalan untuk mengembangkan usahan keripik,” pungkasnya.

(ads/b/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *