Cerita Seorang Ibu Tetap Menyimpan Baju Dua Anak Kembarnya Yang Meninggal 4 Tahun Lalu

by -

METROPOLITAN – Memiliki buah hati menjadi harapan dan keinginan dari setiap pasangan suami istri.

Kehadiran sang buah hati menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para orangtua.

Seperti pepatah mengatakan bahwa kasih Ibu sapanjang masa. Pribahasa itu sangat menggambarkan sosok ibu yang satu ini.

Rasa bahagia terpancar saat melahirkan dua anak  kembar. Meski kejadian tersebut sudah berlangsung empat tahun yang lalu.

Namun, sang ibu masih menaruh ingatakn yang kuat saat tangisan sang anak lahir ke dunia.

Bahkan, meski bayi kembarnya itu kini sudah tiada, sang ibu pun masih tetap menaruh rasa kasih sanyang yang teramat dalam pada buah hatinya.

Kisah itu pun dibagikan langsung oleh pengguna akun facebook Shinta Octavia yang mengalami kisah tersebut.

Shinta menceritakan bahwa saat itu usia kandungannya masih delapan bulan.

Namun, entah kenapa saat itu air ketubannya sudah pecah, ia pun merasakan mules pada perutnya.

Singkat cerita saat itu Shinta pun menjalani proses melahirkan.

Setelah lahir, anak kembar Shinta dimasukan dalam inkubator.

Namun tak disangka, kakak dari bayi kembari itu pun meninggal dunia.

Selang beberapa hari, kemudian sang adik pun mengalami hal yang sama.

Baca Juga  Blak-Blakan Bagian Intim

Tubuh anaknya membiru, namun Shinta tidak menceritakan perihal sakit yang diderita sang anak.

Saat kakaknya meninggal sang ibu pun tidak dikabari saat akan dimakamkan, hal itu membuat dirinya sempat marah.

Namun saat sang adik sudah tidak bertahan lagi, Shinta pun merasakan tidur yang tidak nyeyak.

Shinta pun kemudian memeluk sang anak yang sudah di kafani itu sambil menangis.

Meski kedua anaknya itu meninggal empat tahun lalu.

Namun Sang bunda masih menyimpan seluruh kenangan tentang anak kembarnya itu.

Mulai dari foto saat lahiran, foto USG, dan bahkan baju-baju sang anak pun masih tersimpan rapi.

Berikut postingan Shinta Octavia.

“kalok kembali ke 4 tahun yang lalu aku merasa hancur terpuruk sama keadaan ingat tepat jam 2 tiba tiba ketuban kupecah padahal usia kandungan masih mau jaln 8bulan.

langsung dilarikan ke bidan dan bidan pun gak sanggup akhirnya dilarikan ke rumah sakit jam 6 pagi aku mulai merasakan kontraksi dan jam 11 kontraksi mulai semakin sakit kata dokter kalok bisa jangan melahirkan dulu.

sementara kepala sianak uda keluar itupun masih dibilang jangan melahirkan dulu gatau gimana lagi rasa sakit itu dan aku pun melahirkan sendiri dengan normal tiba tiba dokter datang lah dia tekejut  dan anakku pun dimasukkan ke inkubator karna prematur 1hari aku melahirkan penasaran lihat siabg sama adek aku langsung keruangan bayi dan begitu lah keadaan bayibayiku dipake kan oksigen sedih lihat nya

4hari aku dirumah sakit tepat jam 6 hari minggu aku kekamar mandi dikawani sama suami ku langsung suamiku dipanggil sama suster kubilang ada apa tapi sisuster bilang gpp ok gpp tapi hati mulai gak tenang sampai jam 9 gak datangi aku ada apa? Langsung suami yang disebelah aku bilang kak kenapa suami kakak nangis? Tanpa pikir panjang aku yang baru siap lahiran pun lari kutanya kenapa pii? Dia pun gamau jawab nangis terus sambil istifar .

Disitu dokter bilang siabg meninggal disitu aku pun mencak mencak kenapa klen gak bilang kek gitu kubilang. Siabg pun dibawa pulang mau dikebumikan gak sempat ku cium  yang paling menyakitkan kenapa anak aku klen suruh pulang lewat pintu belakang  .

suami pun pulang karna mau ngebumikan siabg dan gak lama tiba tiba sekitar jam 10 suster bilang ada keluarga alu yang jaga aku. Kubilang ada itu diluar. Dan mamak ku pun dipanggil disuruh keruangan bayi jam 12 mamak ku langsung bilang badam siadek biru.

Rumahsakit ini gak sanggup disitu aku langsung minta pulang dengan geram  siadek dibawa kerumah sakit lain dan akupun pulang kerumah sementara siabg uda dikebumikan. 

Mertua dan suami ku pun kerumah sakit nengok siadek kutanya semuanya sama suamiku katanya ada k diinfus minum asi pun dari selang dengarnya sedih  dan akupun tidur entah kenapa tidur ku gak nyenyak merasa dengar suara bayi dan gak llamaada yang nelepon tepat jam 12 malam mengabarkan kalok siadek meninggal gatau apa perasaan kusaat itu sampai pagi kupeluk siadek sambil nangis kenapa?

Kenapa harus aku  masih kuingat aku cium anakku yang dibalut kain kafan  sedih kalok diingat abg adek meskipun sekarang uda ada pengganti sikembar miimi tetap ingat kok sama abg adek semua tersimpan rapi mulai dari baju, cek up kehamilan, test kehamilan, foto, testpack, surat lahir, foto usg ,samapi surat kematian”

Leave a Reply

Your email address will not be published.