Lampion Dari Limbah TPA Galuga Tembus Pasar Luar Daerah

by -

Berbekal ilmu dari internet dan semangat pantang menyerah. Kosasih, Warga Kampung Moyan, RT 12/06, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, akhirnya ia sukses membuat lampion dengan berbagai bentuk dengan nilai jual tinggi.

Kosasih menuturkan, saat memulai usaha, ia sempat mengalami kegagalan. Hingga akhirnya buka-buka internet dan memperlajari bagi mana membuat lampion dengan hasil yang sempurna. setelah mendapatkan ilmunya akirnya diaplikasikan kepada anak didiknya di sekolah. “Melihat potensi lampion yang menjanjikan, Saya pun mencoba menggelutinya usaha lampion di rumah,”ujar Kosasih yang setiap hari mengajar di SDN Dukuh 02

Ia menambahkan, lampion yang dibuatnya bersama istrinya terbuat dari benang jahit dengan didesain beraneka macam ada bentuk karakter kartun dan lampu tidur. Agar tidak ketinggalan pasar, lampion buah tanggannya disesuaikan dengan karakter tokoh yang banyak di gandrungi seperti seperti Angry Birds, Hello Kitty, Mickey Mouse, Donald Duck dan lampu gantung. bisnisnya yang sudah berjalan terus dikembangkan ke dunia online. ”Dalam sehari bisa menghasilkan sepuluh lampu. Kami coba berinovasi dengan membuat bentuk karakter kartun yang digemari anak-anak,” katanya

Menurut Kosasih, cara membuat kerajinan ini cukup rumit. Awalnya ia harus memompa balon kemudian diberi lem kayu. Lalu balon tersebut digulung menggunakan benang jahit yang di-double. setelah itu balon dilapisi benang yang digulung-gulung hingga tiga kali sambil diberi lem kayu hingga empat lapisan lalu dijemur. “Hampir 80 persen dari daur ulang sampah Galuga. Hanya lem dan balonnya saja yang dibeli,” paparnya.

Hasil karyanya kini sudah tersebar ke berbagai wilayah di Bogor dan Jakarta. Harga yang dipatok per lampu pun hanya Rp80 ribu hingga Rp120 ribu, tergantung bentuk dan ukurannya.

(ads/b/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *