SDN Pengadilan 3 Kekurangan Siswa ?

by -302 views

METROPOLITAN – Meski pendaftaran siswa baru telah dibuka, nampaknya pendaftaran siswa di SDN pengadilan 3 Kota Bogor tidak diminati oleh sejumlah orang tua yang akan memasukan anaknya untuk mengenyam bangku pendidikan disekolah tersebut. Hal tersebut terbukti dengan sedikit jumlah siswa yang masuk ke sekolah tersebut.

Salah seorang panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SDN Pengadilan 3 yang enaggan disebytkan namanya mengatakan, bahwa PPDB di SDN pengadilan 3 tidak mencapai dua kelas. Padahal, sekolah yang berlokasi di Jalan Pengadilan. “Hingga Rabu kemarin, calon siswa baru yang telah mendaftar SDN Pengadilan 1 baru mencapai 33 orang siswa. Sementara, ‘jatah’ untuk sekolah ini tiga kelas. Karena, siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut (kelas VI, red) sebanyak 85 siswa. Mudah-mudahan, sebelum tahun pelajaran 2017/2018 dimulai dua kelas bisa terpenuhi,” ujarnya kepada Metropolitan.

Sementara itu, beberapa orangtua murid, di antaranya mengaku bernama Dedeh (33) menjelaskan, kurangnya minat orangtua mensekolahkan anaknya di sekolah ini, diduga karena lingkungan sekolah sudah tidak nyaman. Karena, di depan maupun pintu sekolah “dipadati’ pedagang dan parkir. “Bukan sekolah ini saja yang kekurangan murid, 3 sekolah yang ada di samping SDN Pengadilan 3 juga kekurangan siswa. Ya, salah satu penyebabnya, banyak pedagang liar di depan sekolah tersebut. Mudah-mudahan ini, menjadi perhatian pemerintah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin menyarankan kepada pihak sekolah yang belum memenuhi kuota rombelnya, agar terus membuka pendaftaran, hingga kuota terpenuhi. “Silahkan bagi SDN yang belum memenuhi rombel, untuk menjaring calon peserta didik baru. Sehingga, semua masyarakat dapat terlayani hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Fahmi ini juga mengingatkan, walaupun masih ada sejumlah SDN yang belum mendapat peserta didik baru, bukan berarti harus menerima usia di bawah enam tahun. “Saya meminta kepada kepala SDN, supaya tidak menerima peserta didik baru (Kelas 1, red) di bawah usia 6 tahun, kalau ditemukan, akan kita tegur hingga pemberian sanksi,” tandasnya.

(dod/tur/ar/mam)

Baca Juga  Zona Merah, Kantor Polisi di Bogor Disemprot Disinfektan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *