Tiga Waktu Berolahraga Di Bulan Puasa

by -

METROPOLITAN – Meski makanan dan minuman berkurang selama bulan Ramadan, tidak berarti kesehatan dan kebugaran tubuh bisa dilupakan. Sebab, olahraga masih dapat dilakukan dengan menyiasati waktu.

Dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan, olahraga dengan intensitas ringan dapat dilakukan setelah sahur dan salat Subuh. Durasinya juga tidak terlalu lama se­hingga tidak menyebabkan dehidrasi. ”Bentuknya jalan cepat. Itu bisa dilakukan daripada kembali tidur. Bisa keliling kom­pleks atau taman selama 20-30 menit saja. Dengan demikian, tidak menggangu waktu untuk pergi ke kantor,” kata dr Michael.

Bila Anda melakukannya, kesegaran tubuh akan terjaga hingga sekitar pukul 14:00 atau 15:00. Hal itu disebabkan oleh aktivitas tubuh yang tetap membakar kalori pasca olahraga. Disebut dengan Excess Post-exercise Oxygen Consump­tion (EPOC), kondisi ini membuat tubuh tetap segar sehingga produktivitas ker­ja tidak mengalami penurunan signifikan.

Namun, bila merasa kurang, olahraga juga dapat kembali dilakukan sembari menunggu berbuka puasa. Pada tahap ini, olahraga bertujuan mempertahankan kondisi tubuh yang telah terjaga sebe­lumnya. ”Kalau sebelum puasa biasanya berolahraga dan ingin mempertahankan­nya, maka olahraga bisa dilakukan se­belum adzan Magrib,” kata dr Michael.

Jenis olahraga yang dilakukan juga bisa lebih berat dibandingkan pagi hari, misalnya berlari mengelilingi kompleks atau masjid. Selain itu, gerakan kalistenik atau olahraga yang menggunakan berat badan seperti push up dan sit up juga dapat menjadi pilihan.

Selama melakukan olahraga pada sesi ini, Anda tidak perlu khawatir dehidrasi. Sebab, selesai berolahraga, waktu ber­buka telah tiba. Akan tetapi, dr Michael tidak menyarankan untuk melakukan olahraga di pusat kebugaran pada sore hari selama bulan puasa. Namun, bila Anda tetap ngebet untuk melaksanakan program latihan di pusat kebugaran, lakukanlah setelah berbuka atau setelah salat Tarawih. ”Untuk orang awam yang bukan atlet, tidak disarankan olahraga di malam hari dengan durasi tinggi. Jadi, kalau pagi 100 persen kardio, sore harus seimbang 50 persen kardio dan 50 per­sen angkat beban. (Lalu) malam kardio 30 persen dan sisanya angkat beban,” tandas dr Michael.

(kps/mam/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *