Lukisan dari Limbah Curi Perhatian

by -

METROPOLITAN – Mengakomodasi karya seni anak jalanan (anjal) di Kota Bogor, Yayasan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dis­parbud) Kota Bogor mengadakan pameran lu­kisan berjudul ’Ngariung Sauyunan Dina Karya’ di Mal Lippo Keboen Raya. Pameran ini terhitung digelar sejak kemarin hingga 19 November.

Ketua Panitia Pameran Rizal Ucok mengatakan, acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT KPJ pada 14 November. ”Yayasan ini kan awalnya mewadahi karya anjal di Kota Bogor, baik pelukis atau­pun pengamen, supaya bisa naik level, punya eksklusi­vitas dan memunculkan karya mereka pada tempat yang lebih layak serta jadi sesuatu yang membanggakan. Orang-orang bisa lihat, dari jalanan pun bisa menghasilkan karya yang luar biasa,” paparnya kepada Metropolitan, kemarin.

Ucok menambahkan, acara ini menampilkan sekitar 125 lukisan dari 53 pelukis yang biasa ’mangkal’ di se­putaran Kebun Raya Bogor.

”Ada teman-teman dari Da­pur Pelukis Bogor, Forum Komunikasi Seniman Bogor dan lainnya. Difasilitasi Lip­po Mall, kami bisa mengeks­presikan karya kami di dua lantai. Terima kasih untuk apresiasi dari Lippo Mall,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dis­parbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengapresiasi ke­giatan ini lantaran menjadi wadah yang tepat untuk me­nampilkan karya pelukis jalanan di Kota Hujan. ”Aca­ra ini membuka mata masy­arakat Bogor jika karya seni dari jalanan bisa naik level dan jadi karya luar biasa. Ba­nyak dari hasil karya pelukis di sini yang dilirik pejabat lokal bahkan orang asing. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Menurut dia, ada tiga lukisan yang dianggap luar biasa dan punya keunikan tersendiri. ”Secara umum, semua hasil karya yang dipajang itu bagus-bagus, punya cara dan keuni­kan tersendiri. Tapi ada tiga yang menarik perhatian saya. Di antaranya ada satu lukisan yang saya kira terbuat dari aluminium, ternyata bahannya dari limbah styrofoam dan plastik. Tapi terlihat seperti dari logam, tidak disangka itu dari limbah,” bebernya.

Yang kedua, sambung Shah­lan, ada lukisan dari bakaran kayu yang membentuk gam­bar rusa dan terakhir, ada lukisan berbahan utama pe­lepah pisang.

”Saya kaget ternyata lukisan uncal (rusa, dalam bahasa Sunda, red) itu dari kayu yang dibakar, unik. Satu lagi yang dari pelepah pisang bisa sangat halus, tidak terasa seperti dari pelepah pisang. Saya pribadi ingin belajar cara-cara lukis unik tersebut,” tuntasnya.

(ryn/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *