Sulitnya Aku Melupakan Mas Rudi (3)

by -

METROPOLITAN – Kutumpahkan semua rasa cinta dan rinduku kepadanya saat kami berhubungan. Aku betul-betul bahagia, bahagia yang tidak pernah aku rasakan ketika berhubungan dengan suamiku. Hingga suatu sore. kuberitahu dia kalau haidku telat dua minggu.

Dia berdiri dan memelukku. “Semoga harapan kita mendapat anak laki-laki kesampaian Ci,” ujarnya. Suamiku belum tahu kondisi kehamilanku tapi aku harus dirawat di rumah sakit karena tekanan darahku naik. Suamiku tahu aku hamil setelah dokter memberitahu kami untuk menjaga kesehatan bayi di kandunganku.

Suamiku terlihat sangat bahagia dan memelukku dengan haru, “Terima kasih mama, Tuhan mengabulkan doa papa selama ini.” Aku hanya menangis tapi suamiku tidak tahu kalau tangisku adalah tangis menyesali diri, aku bukan istri yang setia. Putriku juga terlihat senang akan mendapat adik baru. Aku serba salah.

Baca Juga  Selamat Tinggal Narkoba (Habis)

Setelah kondisi kesehatanku membaik aku kembali masuk kantor, dihari itu pula aku diajak keluar oleh mas Rudi. Lama kami terdiam. “Mas aku takut kita ketahuan, sepandai-pandainya tupai melompat suatu hari dia akan jatuh juga, mas aku mau mengakhiri semua hubungan kita. Aku tahu kita saling mencintai tapi akan lebih menyakitkan jika hubungan kita ketahuan oleh suamiku atau istrimu. Aku tidak mau suami dan putriku membenciku selamanya.”

“Mas tidak mungkin kita bersatu, aku tidak mau keluarga dan karirku berantakan, dan mas juga pastinya tidak ingin mengecewakan anak istri mas. Jadi menurutku lebih baik kita hentikan hubungan kita demi kebaikan kita semua,” ujarku.

Baca Juga  Kerap Menang Lotre dan Undian, 5 Zodiak yang Lahir dengan Keberuntungan Besar

Mas Rudi menghela nafas. Aku tahu yang ada dipikirannya jauh lebih rumit dari helaiannya itu. “Ci, anak di kandunganmu, apa aku tidak boleh tahu, kapan dia dilahirkan?”, tanyanya. “Pasti mas, aku akan mengabarimu semua perkembangannya”, jawabku.

Hari itu adalah hari terakhir kami bertemu. Aku tahu dia masih di kota ini. Aku mencoba melawan godaan untuk menelpon dan mengajaknya bertemu. Susah sekali rasanya tapi aku harus bisa. Jika sedang rindu aku hanya menatap namanya di hp ku. Ah betapa menderitanya diriku karena cinta.

Setiap pagi aku merasa mual dan memanggil-manggil namanya. Aku semakin yakin bayi ini adalah darah daging mas Rudi, setiap kusebut namanya mual dan pusingku langsung hilang. Apakah bayi dikandunganku juga rindu ayahnya? Pembaca yang budiman, aku tahu perbuatanku adalah dosa besar, dan karena itu aku memohon ampun kepada Allah, aku mohon diberi kekuatan untuk bisa melupakan mas Rudi.

Baca Juga  Terjebak Cinta dengan Pria Beristri

Leave a Reply

Your email address will not be published.