Transpakuan Ke Sentul City Lagi

by -202 views

METROPOLITAN – Bus TransPakuan akhir­nya resmi beroperasi dengan rute Cidangiang- Sentul City, kemarin. Kepala Dinas Perhu­bungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati menyebut, saat ini baru empat armada yang dioperasikan dan bisa bertambah sesuai ke­butuhan pengguna. “Awalnya kami menar­getkan ini mulai berjalan awal Oktober atau November, namun masih ada kendala admi­nistrasi serta koordinasi dengan Kabupaten Bogor. Akhirnya baru bisa launching hari ini (kemarin, red),” katanya.

Waktu operasional rute ini, sambung Rakhmawati, dimu­lai sejak pukul 05:00 hingga 21:00 WIB dengan tiket Rp10.000. Keempat armada yang diturunkan akan berge­rak terus dengan jarak pem­berangkatan antararmada sekitar 15 sampai 20 menit.

“Armada Bus TransPakuan Cidangiang-Sentul City dalam sekali jalan mampu menam­pung 40 penumpang, kapa­sitas penumpang duduk 16-20 orang dan 20 untuk yang berdiri. Ini armada lama yang di re-branding kembali. Me­ski begitu, kami menjamin kelaikan armada tersebut. Bahkan fasilitasnya sudah diperbaiki, sehingga akan memberikan kenyamanan bagi penumpang.” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya men­gatakan, pengoperasian kem­bali Bus TransPakuan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata trans­portasi di Kota Hujan. “Apa pun yang terjadi dan apa pun kendala yang dihadapi, kami jalan terus,” katanya.

Baca Juga  Vaksinasi Tenaga Pendidik Dikebut, Kota Bogor Belum Bahas Kemungkinan PTM

Politisi PAN ini sadar betul dua pekerjaan rumah yang masih harus dihadapi pemkot dalam menata dan memper­baiki transportasi di Kota Hu­jan. “Pertama, konversi angkot menuju bus TransPakuan. Meski subsidinya belum bisa dikucurkan, kami yakin awal tahun depan konversi angkot menuju bus TransPakuan akan berjalan. Kami juga siapkan infrastrukturnya,” jelasnya.

Bima menambahkan, ter­tundanya subsidi tersebut berdampak terhadap konsep, infrastruktur, shelter dan jalur, aspek sosial serta dilengkapi landasan hukum yang lebih kuat. ”Harapannya pada 2019 wajah Kota Bogor benar-benar berubah,” sambungnya.

Pekerjaan rumah kedua, lanjut dia, penyehatan salah satu BUMD Kota Bogor yakni Perusahaan Daerah Jasa Trans­portasi (PDJT). Ia mengakui permasalahan yang dihadapi tidaklah mudah, tetapi harus tetap berjalan.

Baca Juga  Bogor Disebut Penyebab Banjir Jakarta, Bima Arya Surati Anies Baswedan

“Launching ini hanyalah langkah awal. PDJT harus mengikuti kebijakan pemkot yang dijalankan melalui Dis­hub Kota Bogor. Semua harus tetap menjaga kesolidan dan kekompakan,” pungkasnya.

(ryn/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *