PT ANTAM KONSISTEN BERDAYAKAN WILAYAH SEKITAR TAMBANG

by -

PASCA kedatangan para eks penambangan tanpa izin (peti) ke kantor Kedeputian II Kantor Staf Kepresidenan (KSP), VP CHF Unit Bisnis Pengolahan Emas (UPBE) Pongkor PT Aneka Tambang, Tbk (Antam) Resna Handayani memberi tanggapan. Menurut Resna, apa yangg disampaikan eks peti tidak tepat. Bahkan, informasi tersebut sangatlah merugikan, karena bertentangan dengan kinerja sosial dan lingkungan yang sesungguhnya. Peti sendiri bukan kategori dari penambang rakyat, tapi merupakan tindakan kriminal karna tidak memiliki izin dari pemerintah atau ESDM dan lainya.

“Selama ini kegiatan mereka melakukan pencurian di wilayah izin usaha produksi PT Antam sebagai perusahan BUMN yang resmi berizin. Selain itu, peti melakukan pengolahan mencemari lingkungan secara langsung, yakni dengan cara membuang merkuri, sianida dan limbah lainnya langsung dibuang ke sungai sehingga sangat membahayakan bagi masyarakat sekitarnya dan fauna di dalamnya,”ujarnya.

Resna juga menjelaskan, untuk pengembangan masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang cakupannya dituangkan dalam Masterplan CSR Antam meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi lokal, kebudayaan, konservasi dan lingkungan alam, serta peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat lokal. Untuk seluruh masyarakat yang terkena dampak operasi UPBE Antam, terutama kelompok masyarakat rentan, Antam memahami bahwa kehidupan masyarakat setelah berhenti menjadi peti perlu mendapatkan perhatian dan tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah maupun pihak ketiga agar menjadi masyarakat yang mandiri dengan kehidupan yang lebih baik dan memiliki kepedulian untuk tetap menjaga lingkungan demi masa depan generasi selanjutnya.

Baca Juga  Asyik Nyari Ikan, Warga Bogor Tewas Tenggelam

Oleh karenanya, Antam juga memiliki sejumlah program khusus pasca-penertiban, pihak antam telah melakukan revitalisasi Kampung Ciguha dengan memberikan pelatihan sablon kepada para pemuda dan pemudi, pembuatan kue kepada ibu-ibu PKK, pembangunan infrastruktur diantaranya saran air bersih yang selama ini terganggu kegiatan PETI yang sangat masif.

Sementara itu, Humas PT Antam Tbk UBPE Pongkor Agus Setiyono menambahkan, tiga desa yakni Bantarkaret, Cisarua dan Malasari yang juga sebagai penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) termasuk bagian ring satu wilayah PT Antam. Sehingga pelaksanaan program-program CSR diselaraskan dengan aspek konservasi dan pelestarian alam. Untuk pemberdayaan wilayah, tidak sedikit tenaga kerja nonteknis berasal dari warga sekitar seperti jasa cleaning service dan security.

Baca Juga  Tarik Investor dan Perluas Lapangan Pekerjaan, Pembangunan Kawasan Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing Terus Diakselerasi

“Untuk penyaluran dana program CSR dari sektor pendidikan, prasarana umum, keagamaan, konservasi dan lingkungam dan bencana alam dalam setahun Antam mengelontorkan anggaran hingga Rp8 miliar ditambahkan program kemitraan sebesar Rp2,5 miliar yang disalurkan kepada 400 pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Nanggung dan sekitarnya,” bebernya.

Tidak hanya itu, sambung Agus, guna mengakomodir program-program pembangunan pihak Antam dengan sebelas desa yang berada di wilayah Kecamatan Nanggung mengelar Musyawarah Rencana Pembangunan Pongkor (Musrempong) Kecamatan Nanggung. Tujuannya tak lain mengoptimalkan bantuan pihak ketiga, untuk kegiatan yang tidak bisa tercover di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai masukan ke Musrempong. Program tersebut tentunya tidak tumpang tindih dengan murembang kecamatan yang masuk dalam pengajuan di kabupaten. “Dari hasil penyelarasan Musrempong tahun 2017, satu desa di Kecamatan Nanggung mendapatkan anggaran dari CSR Antam sebesar Rp250 juta,” katanya. (adv)

Baca Juga  Pemkot Bogor Tetapkan Aturan Penyembelihan Hewan Kurban, Petugas Dilarang Merokok

Selama ini, PT Antam Pongkor beroperadi sesuai aturan dan regulasi yg berlaku, ternasuk pengelola sumberdaya alamnya, pengelolaan lingkungan telah dilengkapi amdal dan yang lainnya. Termasuk pihak antam sudah melakukan proses pengendalian limbah dari mulai tailing di manfaatkan untuk bahan produktif seperti batako, paving, tegel ornamen dll. Serta melakukan instalasi pengelolaan air limbah. “Menghadapi paska tambang Tahun 2021, Antam Pongkor konsen menjadikan wilayah Antam sebagai AGROGEOEDUTORISM. Nantinya wilayah tambang bisa dijadikan sarana penelitian dan pembelajaran masyarakat tentang eksplorasi sumber daya mineral,”pungkasnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *