3 PENGUSAHA TUDING KETUA DPRD ‘JUAL’ PROYEK BLOK F

by -

Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono dilaporkan perusahaan PT Pakuan Propertindo Raya Jaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor karena dianggap mengingkari janji. Dalam surat laporan, Untung diduga telah menerima uang sebesar Rp795 juta, dari perusahaan tersebut dan dijanjikan mendapatkan jatah pengerjaan proyek revitalisasi gedung Blok F Pasar Kebonkembang.

Komisaris PT Pakuan Propertindo Raya Jaya Abdul Jalil Patiha dalam surat laporannya menyebut, angka kerugian yang mencapai ratusan juta sudah dimulai sejak empat tahun lalu. Dalam surat laporan tersebut dijelaskan kronologi, waktu dan tempat Untung menerima uang dari PT Pakuan Propertindo Raya Jaya. Selain komisaris, politisi PDI Perjuangan itu juga dilaporkan Direktur PT Pakuan Propertindo Raya Jaya M Ade Supriyatnda dan Sutaryono. Mereka melaporkan Untung karena janji yang tidak ditepati dan berusaha mengingkari adanya transaksi ratusan juta. “Kerugian tersebut berjalan dalam kurun waktu 2014-2017, kenyataannya dimenangkan PT Mulyagiri. Sudah berusaha bertemu, untuk membicarakan solusi pertanggung jawaban. Namun malah dijanjikan lagi, bahkan seakan tidak mengakui terhadap beberapa jumlah uang yang diberikan pelapor,” kata Abdul Jalil.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor Atty Soemadikarya mengaku pihaknya belum mengetahui masalah laporan ke Kejari tersebut. “Sejauh ini, saya belum tahu masalah itu, datangnya info soal LP tersebut,” katanya saat dihubungi Metropolitan, kemarin

Atty menambahkan,  jika memang laporan itu benar adanya, dan pelapor membawa bukti dan saksi yang benar, harus bisa dipertanggung jawabkan secara pribadi. Fraksi PDI Perjuangan sendiri akan menghormati proses hukum yang berlaku. “Karena masuk ranah pribadi yang bersangkutan. Pertanggung jawaban secara pribadi, dari fraksi akan menghormati proses. Namun bila tidak benar, ada resiko dan konsekuensi hukum yang akan ditanggung pelapor,” imbuhnya.

Untuk itu, sambung Atty, pihaknya akan memastikan kebenaran laporan tersebut kepada yang bersangkutan. “Harus konfirmasi dulu lah, sejauh ini saya belum terima info apapun soal masalah ini,” ujarnya.

Senada, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mengaku tidak tahu soal kader partainya yang tersangkut dugaan kasus penipuan ini. “Wah nggak ada tuh. Saya malah belum dengar apa-apa,” ucap pria yang mencalonkan diri sebagai calon walikota Bogor ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Widianto Nugroho mengatakan, baru akan memberikan keterangan perihal kebenaran kasus yang menimpa kader PDI Perjuangan ini, hari ini. “Belum saya cek, besok lah (hari ini, red),” tuntasnya. Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Untung Maryono sendiri belum dapat dihubungi.

Seperti diketahui, kasus Blok F sudah dimulai sejak 2014 lalu. Tiga kali melakukan beauty contest untuk memilih investor namun selalu gagal. Akhirnya awal 2017 lalu dipilih PT Mulyagiri sebagai pemenangnya melalui penunjukkan langsung. Sedangkan hingga kini proyek pembangunan belum juga dimulai karena siteplan bangunan tidak disetujui pedagang. Bahkan, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Blok F yang sudah dibangun PD Pasar Pakuan Jaya belum digunakan karena pedagang ingin TPS berada di Jalan Dewi Sartika.

(ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *