Buruh PPMI ’Ngamuk’ di Tegar Beriman

by -

METROPOLITAN – Tidak terima tenda perjuangan yang dirikan para buruh di depan PT Asalta Mandiri Agung (AMA) di Jalan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor  dibongkar Satpol PP Kabupaten, puluhan buruh unjuk rasa, kemarin, Mereka yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menuntut Satpol PP Kabupaten meminta maaf atas pembongkaran tenda yang sudah ada sejak sepuluh bulan lalu.

Ketua DPC PPMI Kabupaten Bogo Arif Kusnadi  menuntut  Satpol PP Kabupaten untuk mengklarifikasi alasan pembongkaran tenda perjuangan. Apalagi pembongkaranya tersebut tidak ada surat pemberitahuan lebih dulu ke buruh yang sedang menggelar aksi demo mogok kerja. “Langsung bongkar saja, tidak ada pemberitahuan dulu. Akhirnya kita sepakat mengelar aksi demo di Tegar Beriman,”ujarnya.

Baca Juga  EMPAT TAHUN HARGA KARET MEROSOT DRASTIS

Setelah bertemu dengan pihak Satpol PP, pihaknya sudah dijelaskan jika pembongkaran sudah dilengkapi surat perintah. Keberadaan tenda dianggap melanggar Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan (K3) karena kondisinya sudah rusak sehingga terpaksa dibongkar. Satpol PP juga, kata Arif, tidak mengetahui bahwa tenda tersebut masih digunakan sebagai posko perjuangan para pendemo. “Hasil pertemuan dengan pihak Satpol PP, mereka mempersilahkan untuk membangun kembali tenda perjuangan dan tidak akan menghalangi perjuangan para buruh dalam menuntut haknya,” bebernya.

Ia menjelaskan, sudah hampir sepuluh bulan, pekerja dari PT  AMA menuntut kenaikan upah sesuai dengan SK Gubernur  No 293 yang sudah diturunkannya sejak 1 Januari 2017 lalu mengenai upah yang seharusnya sesuai dengan kategori Upah Minimun Sektor (UMS) Sektor III. Namun , belum ada kesepahaman dan buruh memilih mogok kerja hingga mendirikan tenda perjuangan di depan PT  AMA.  Sudah jelas aturannya,  namun PT  AMA tetap saja memberikan modal kerja kepada karyawannya itu dengan Upah Minimum Karyawan (UMK) bukan UMS. UMK itu sekarang hanya Rp3,2 juta sedangkan UMS sudah mencapai Rp3,8 juta.

Baca Juga  Pemda Wajib Layani PAUD

Selama ini PPMI sudah melakukan aksi demo untuk kesekian kalinya. Bahkan sudah melayangkan surat penyampaiannya sebanyak sepuluh kali. “Tenda perjuangan milik buruh berukuran 2×4 meter yang sudah dirobohkan Satpol PP Kabupaten kita akan bangun lagi dengan kondisi yang lebih baik. Aksi menuntut terus berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan menjelaskan, pada prinsipnya Satpol PP bertugas dengan fungsinya yakni penertiban ketertiban umum menyangkut K3-nya. “Jika ada tempat yang kumuh dan tidak bersih yah kita bersihkan.  berkaitan dengan PPMI membuat tenda bambu dan tidak enak dipandang sama juga tentunya kita tertibkan,”tukasnya.

(ads/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.