Disidak Usmar, Pedagang Blok F Tetap akan Demo Hari Ini

by -

METROPOLITAN – Persoalan revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang Jalan Dewi Sartika Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah belum juga menemui titik terang. Gugatan pedagang Blok F kepada Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), sebagai pengelola pasar pun masih berjalan, dan kembali akan menggelar sidang mediasi ketiga, hari ini.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Blok F, dan menemui pedagang pasar, melakukan silaturahmi sekaligus mendengar aspirasi pedagang soal revitalisasi Blok F. Usmar menuturkan, masalah ini memang jangan sampai terus berlarut-larut, karena pembangunan harus tetap jalan, namun jangan sampai mengacuhkan nasib pedagang.  “Intinya komunikasi lah. Makanya perlu ada duduk bersama, selain mediasi di pengadilan yang sedang berjalan. Dari silaturahmi tadi, kesimpulannya, Rabu (17/1) nanti, pemkot memfasilitasi rencana revitalisasi ini, ” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Pria 54  tahun ini menambahkan, pertemuan itu akan mengundang perwakilan paguyuban pedagang Blok F, Dinas UMKM, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Disperumkim, PD PPJ, Investor, dan Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota. “Pertemuan nanti diharapkan bisa membangun kembali komunikasi dan ada solusi, soal rencana teknis pembangunan, maupun soal relokasi, artinya bagaimana skema Tempat Penampungan Sementara (TPS),” tandasnya.

Terpisah, Kepala Unit Pasar Kebonkembang Iwan Arief Budiman membenarkan rencana pertemuan di Balai Kota Bogor, yang difasilitasi wakil wali kota tersebut. Mantan Kepala Unit Pasar Bogor ini menambahkan, pertemuan itu akan membahas soal keluhan lokasi dan luasan TPS, serta menyamakan sudut pandang level ketinggian kios dengan para pedagang, seperti rencana dalam siteplan. “Serta bagaimana permintaan pedagang yang tidak ingin nantinya diundi, kan sesuai aturan, Permen  Perdagangan, kalau penempatan pedagang harus diundi, demi memenuhi azas keadilan. Kan gini, yang dikuasakan ke pengacara, berdasarkan verfikasi hakim kan 83 pedagang, dari 178 pedagang, nah kalau tak diundi, kan bisa jadi potensi gugatan dari mereka yang mau nya diundi, karena melawan aturan,” ujarnya.

Begitu pun soal TPS, kata Iwan, yang tidak mungkin ditempatkan di Jalan Dewi Sartika, karena kini jalan tersebut jadi pendukung jalan Sistem Satu Arah. “Mungkin timbul kecemburuan, dulu pas relokasi pedangan blok C dan D, bisa ke sana (Jalan Dewi Sartika, red), kini kan ada SSA, jadi sulit, makanya yang paling masuk itu ya di Jalan Nyi Raja Permas. Tapi nanti kita lihat saja, kalau kata pak wakil boleh, ya bisa saja,” lanjutnya.

Sementara itu, paguyuban pedagang pasar Blok F akan kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Balai Kota dan DPRD Kota Bogor. Tuntutan mereka, masih sama dengan dua aksi yang dilakukan pada 3 dan 9 Januari lalu, yakni soal siteplan dan menuntut Direktur Utama PD PPJ Andri Latif untuk dicopot dari jabatannya

Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Muhammad Suryanto mengatakan, para pedagang akan kembali melakukan aksi menuntut keadilan, sembari mengawal proses sidang mediasi ketiga yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, hari ini. “Akan lebih banyak massa yang datang, 300 pedagang akan kembali mengontrog balai kota dan DPRD, menuntut keadilan. Sebelum ke pengadilan,” terangnya.

Menurutnya, ini sebagai bentuk perjuangan dari para pedagang yang menuntut keadilan dalam rencana revitalisasi Blok F. “Kami pasang badan, kami tetap menolak rencana relokasi, apalagi PD PPJ kan ingkar janji soal rencana siteplan. Kami tidak akan pindah ke TPS,” tuntasnya.

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *