Gaji Tiga Pimpinan Dewan Distop

by -

METROPOLITAN – Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPUD Kabupaten Bogor, gaji dan fasilitas anggota DPRD yang maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor akan ditarik. Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Nuradi mengaku, sampai saat ini belum menerima pengunduruan diri anggota dewan yang maju di Pilbup Kabupaten Bogor dan ketiganya masih berstatus sebagai pimpinan DPRD.

Sesuai surat edaran dari Kementrian Dalam Negeri nomor 270/313/OTDA, anggota DPRD dan ASN yang mencalonkan diri pada Pemilukada maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan pengunduran diri terhitung sejak yang bersangkutan ditetapkan sebagai pasangan calon. Surat pernyataan pengunduran diri tersebut tidak dapat ditarik kembali dan digunakan sebagai syarat pencalonan serta dilampirkan pada saat pendaftaran.

“Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah, hak keuangan yang bersangkutan sebagai anggota DPRD dan ASN dihentikan sejak ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU Provinsi/Kabupaten/Kota. Artinya setelah ditetapkan KPU sebagai pasangan calon pada 12 Februari nanti maka gaji mereka dihentikan termasuk fasilitas yang diterima selama ini,” ujarnya.

Baca Juga  PPP-PKS KOALISI DI PILWALKOT,BERMUSUHAN DI PILBUP BOGOR

Dia mengungkapkan, jika sudah ditetapkan KPUD Kabupaten Bogor secara otomatis semua Semua haknya dicabut seperti tunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi intensif yang keseluruhannya kebih dari Rp20 juta, hingga fasilitas mobil dan ajudan. ” Penarikan fasilitas tersebut sesuai PP 18 Tahun 2017,” katanya.

Pimpinan yang maju dalam Pilbup Bogor yakni Ketua DPRD Ade Ruhandi, Wakil DPRD Ade Yasin dan Iwan Setiawan. Selama usulan PAW dari parpol belum masuk ke ketua DPRD dan sekretariat DPRD, nantinya pimpinan DPRD bakal dijabat Pelaksana Harian (Plh) yakni Wakil Ketua DPRD Saptariyani. “Karena Ibu Saptariya tidak maju di pilkada, pelaksana hariannya sebagai ketua DPRD bisa oleh beliau. Namun, jika sudah ada PAW dari parpol nanti akan difasilitasi bupati untuk disampaikan ke Gubernur Jabar untuk pelantikan dan sebagainya,”tukasnya.

Baca Juga  Parpol Ramai-ramai Dukung Duet Bima-Dedie

Menurut Pengamat Politik Yusfitriadi, sebaiknya partai politik (parpol) cepat melakukan PAW agar fungsi pengawasan dan legislasi terus terjaga. Karena, ketiga pimpinan DPRD cenderung lebih sibuk dalam sosialisasi pencalonan dirinya sebagai bupati. “Siapa pun, baik anggota dewan maupun birokrat, yang sedang berproses ikut kontestasi pilkada, untuk mengantisipasi segala hal, termasuk pengunduran diri. Karena itu (kontestasi) menyita banyak energi dan pikiran,” katanya.

Yus meyakini, saat ini parpol telah mengantongi nama siapa yang akan menggantikan Ade Ruhandi, Iwan Setiawan dan Ade Yasin sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRD. “Saya yakin sudah ada kesepakatan di parpol yang yang akan menggantikan mereka,” bebernya.

Dia menilai, tiga pimpinan dewan yang maju dalam Pilbub Bogor, seluruh konsentrasi, energi dan pemikirannya terserap habis dalam kegiatan sosialiasi atau kampanye. Sehingga tidak menutup kemungkinan, mereka abai dari tugasnya sebagai pimpinan. “Maka, lebih baik mereka segera mengambil langkah antisipasi dengan mengundurkan diri lebih awal agar kinerja mereka di lembaga tidak terganggu. PAW juga sebaiknya ya disegerakan,” tukasnya.

Baca Juga  Tahapan Pilbup Bogor Dimulai Agustus

(ads)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *