GH-FR Lengkapi 78 Ribu Dukungan, A-A 115 Ribu Dukungan

by -

METROPOLITAN – Dua bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Bogor jalur perseorangan yaitu Gunawan Hasan-Ficky Rhoma dan Ade Wardhana-Asep Ruhiyat (A-A), kemarin menyerahkan kekurangan syarat minimal dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor di hari kedua masa penyerahan perbaikan. Selanjutnya, KPU akan kembali melakukan verifikasi untuk memastikan dukungan yang diserahkan benar-benar memenuhi syarat.

Bapaslon GH-FR menyerahkan kekurangan dukungan sekitar 78 ribu dukungan dari 408 desa/kelurahan di 40 kecamatan. Jumlah ini melebihi kekurangan sebelumnya yang hanya berjumlah 46.310 dari yang disyaratkan KPU sebanyak 215.731 dukungan. Keduanya sengaja melebihkan untuk mengantisipasi adanya dukungan yang tidak memenuhi syarat. “Hari ini kami menyerahkan berkas perbaikan dan dukungan perbaikan. Alhamdulillah semua sudah kami penuhi. Jadi nanti tinggal menunggu hasil verifikasi dari KPU. Tapi kami optimis bisa lolos sebagai calon bupati dan wakil bupati,” kata Ficky Rhoma usai penyerahan.

Setelah GH-FR, bapaslon Ade Wardhana-Asep Ruhiyat (A-A) juga menyerahkan kekurangan dukungan. Diwakili tim, mereka menyerahkan sekitar 115 ribu dukungan dari kekurangan sebelumnya sebanyak 63.826 dukungan. Jumlah tersebut berasal dari 36 kecamatan di 223 desa se-Kabupaten Bogor. “Saat ini kami bawa sekitar 115 ribu dukungan tambahan, jadi jumlahnya itu lebih dari yang diminta KPU. Dengan jumlah ini kami optimis bisa lolos syarat dukungan untuk menjadi calon bupati Bogor dari jalur perseorangan,” ujar Tim Penghubung bapaslon AA, Gery Permana.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti, menjelaskan bahwa dukungan yang masuk ke KPU dari kedua bapaslon langsung dihitung petugas. Setelah sesuai dengan jumlah yang diajukan, KPU langsung memberikan tanda terima kepada keduanya. “Jadi hari ini dua bapaslon menyerahkan dukungan perbaikan. KPU langsung melakukan penghitungan dan keduanya telah mendapat tanda terima,” terang Haryanto.

Tak sampai di situ, selanjutnya KPU akan melakukan verifikasi dukungan perbaikan yang telah masuk. Proses verifikasi sama seperti penyerahan dukungan tahap pertama mulai dari penelitian administrasi hingga verifikasi faktual langsung ke masyarakat. Mulai 21-26 Januari KPU akan melakukan penelitian administrasi dua bapaslon ini. Yang pertama menganalisis kegandaan dukungan, baik internal maupun eksternal. Jika ganda internal langsung dicoret, ganda eksternal ada di dua calon akan diberi tanda. Jadi ketika verifikasi faktual di lapangan ditanyakan PPS dukungannya ke mana. “Ketiga, kami verifikasi apakah NIK di KTP-el-nya telah sesuai dan masuk pemilih. Kalau belum masuk daftar pemilih, maka tugas KPU menyampaikan ke Disukcapil supaya masuk daftar pemilih,” bebernya.

Setelah itu, KPU akan melakukan verifikasi faktual selama tujuh hari mulai 27 Januari melalui PPS di masing-masing desa/kelurahan. Jika hasil verifikasi faktual mencatat dukungan bapaslon kurang dari jumlah minimal persyaratan sebanyak 215.731 dukungan, maka bapaslon tidak dapat ditetapkan sebagai calon alias gugur. “Setidak-tidaknya jumlah dukungannya harus sama sesuai syarat minimal dukungan atau lebih dari itu. Kalau memenuhi maka bisa ditetapkan sebagai calon pada 12 Februari,” papar Haryanto.

Baca Juga  Ramadan, GH-FR Getol Turun Ke Masyarakat

Selain perbaikan dukungan, KPU juga membuka penerimaan berkas perbaikan pencalonan. Hingga hari kedua masa perbaikan kemarin, baru tiga bapaslon yang menyerahkan perbaikan dokumen. Sementara dua bapaslon lainnya yaitu Jaro Ade-Inggrid Kansil dan Ade Yasin-Iwan Setiawan dijadwalkan akan menyerahkan perbaikan dokumen hari ini (20/1).

(fin/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *