Parpol Belum juga Ajukan Pergantian Pimpinan Dewan yang Nyabup

by -

METROPOLITAN – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dipastikan akan mengundurkan diri lantaran maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Bogor 2018. Untuk proses pergantiannya, Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Bogor masih menunggu pengajuan dari partai politik (parpol) hingga saat ini.

Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Bogor yang maju di pemilihan bupati (pilbup) Bogor 2018 yaitu Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade dan dua Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor yaitu Ade Yasin dan Iwan Setiawan. “Soal pergantian pimpinan dewan, kami masih menunggu surat permohonan dari parpol. Kalau pengunduran sebagai anggota DPRD, menunggu keputusan dari KPU saat penetapan calon nanti,” kata Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Bogor, Nuradi, kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Nuradi, sejauh ini belum ada surat permohonan pergantian pimpinan DPRD yang diajukan parpol. Sehingga sekwan belum bisa memproses dan yang bersangkutan masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Bogor. “Selama belum ada permohonan penggantian pimpinan dari parpol, pimpinan dewan yang mencalonkan tetap menjabat sebagai pimpinan. Tapi manakala dalam perjalanan ada permohonan dari parpol untuk pergantian pimpinan, baru diproses pergantiannya,” terangnya.

Setelah ada surat permohonan dari parpol, sekwan baru akan memproses pergantian pimpinan DPRD. Selama proses berjalan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang tidak mencalonkan diri akan menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk sementara waktu. “Kalau untuk anggota DPRD itu nanti ada pergantian antar waktu (PAW). Prosesnya nanti melalui repat pimpinan, bamus dan rapat paripurna. Nanti setelah itu baru ada proses PAW,” ujar Nuradi.

Baca Juga  Bukti Kuat, Selisih 2-3 Persen Suara akan Diperhatikan

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti, mengatakan bahwa saat ini pimpinan DPRD Kabupaten Bogor yang mendaftar maju di pilbup Bogor 2018 baru menunjukan pengajuan pengunduran diri yang ditunjukan ke instansi terkait. Sementara surat tanda terima pengunduruan dirinya paling lambat harus sudah diserahkan ke KPU lima hari sebelum penetapan calon. “Saat ini baru surat pernyataan akan mengundurkan diri yang ditujukan ke instansi terkait yang diterima KPU sebagai salah satu syarat pendaftaran. Untuk surat tanda terima ipengunduran diri itu H-5 sudah harus masuk ke KPU. Sementara SK pemberhentiannya selambat-lambatnya H—30 harus sudah masuk,” terang Haryanto.

Untuk mekanismenya, Haryanto menjelaskan urutan kedua perolehan suara terbanyak dari daerah pemilihan (dapil) yang sama berhak menggantikan anggota DPRD yang mengundurkan diri. Dengan syarat, masih menjadi anggota partai yang bersangkutan dan tidak terpidana serta beberapa syarat lainnya. Namun untuk pergantian pimpinan DPRD, diserahkan ke mekanisme parpol masing-masing. “Jadi kalau yang PAW itu anggota. Syaratnya harus dipenuhi seperti syarat pencalonan dulu. Kalau KPU nanti ada permintaan dari pemerintah daerah atau setwan tentang susunan perolehan suara dapil calon yang mengundurkan diri. Nanti kami menyampaikan hasil perolehan suara pemilu 2014 partai yang bersangkutan. KPU cukup disitu. Selanjutnya setwan dan pemda akan memprosesnya lebih lanjut,” pungkas Haryanto.

Baca Juga  Tiga Kader Gerindra Ikut Penjaringan

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade yang maju sebagai bakal calon bupati mengaku pergantian pimpinan DPRD mulai memasuki proses. Umumnya, proses yang sedang dilalui yaitu di internal masing-masing termasuk Partai Golkar untuk menentukan nama pengganti. “Iya nanti ada tiga unsur pimpinan DPRD yang mengundurkan diri karena maju di pilbup Bogor, secara otomatis ada kekosongan. Sekarang sedang dalam proses pergantian, ada proses di internal masing-masing, ada juga proses yang ditindaklanjuti di DPRD dan pemda. Nanti masing-masing partai mengajukan penggantinya, setelah itu baru melalui proses pergantian,” terang Jaro Ade yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor. Santer terdengar, nama Ilham Permana yang akan mengisi kekosongan tersebut disamping kader Golkar lain yang juga berpotensi seperti Wawan Haikal.

Baca Juga  Pengamat: Caleg Kurang Pede Kampanyekan Jokowi-Amin

Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor M. Romli mengaku akan segera berkirim surat ke setwan terkait pergantian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Yasin yang diusung PPP maju di pilbup Bogor. Menurut Romli, banyak kader PPP di DPRD Kabuapten Bogor yang potensial untuk maju menggantikan Ade Yasin.

Lelaki yang juga duduk sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor ini menjelaskan jika PPP akan memprioritaskan pengurus inti partai untuk maju sebagai pimpinan. Dengan catatan, tidak mengesampingkan integritas dan kapasitasnya. Romli sendiri digadang-gadang menjadi salah satu calon kuat yang makan menduduki kursi wakil ketua DPRD. “Kemungkinan minggu ini kami akan berkirim surat ke sekwan untuk pergantian pimpinan. Saya belum tau siapa, karena yang memiliki kompetensi itu banyak seperti Pak Yuyud, Pak Rifdian dan lainnya. Tapi kalau untuk pimpinan memang diprioritaskan pengurus inti partai yang memiliki integritas dan kapasitas.

Saat ini, PPP sedang membahas figur pengganti Ade Yasin. Menurut Romli, mekanisme pergantian di PPP lebih mudah karena tidak perlu persetujuan DPW dan DPP. “Jadi kami hanya berkirim surat saja nanti. Tergantung kebijakan partai siapa yang layak menduduki kursi tersebut,” tandas Romli.

(fin/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *