PEDAGANG BLOK F ANCAM DEMO ANARKIS

by -

Persoalan revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang Jalan Dewi Sartika Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah memasuki babak baru. Hari ini (22/1), para pedagang diundang Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), untuk melakukan pembahasan siteplan revitalisasi Gedung Blok F, yang selama ini diprotes hingga masuk ke ranah hukum. Namun pedagang mengancam akan melakukan aksi anarkis bila keinginannya tidak digubris.

Seperti diketahui, paguyuban pedagang Blok F menggugat PD PPJ karena dianggap ingkar soal siteplan dan rencana relokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS). Namun, jika keinginnya tetap tidak diakomodasi dalam pertemuan, pedagang mengancam bakal kembali melakukan aksi unjuk rasa,  lebih keras dari sebelumnya. Ketua Paguyuban Blok F Pasar Kebonkembang Muhammad Suryanto meminta agar PD PPJ menuruti usulan pedagang terkait siteplan gedung Blok F. Dia menjelaskan, sudah sejak lama pihaknya meminta agar sitplan gedung tetap selandai jalan raya Dewi Sartika, serta luasan kios yang sama seperti sekarang. “Kalau tidak ada deal-dealan minggu ini, pedagang demo anarkis,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Terkait penolakan siteplan yang dibuat investor PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Baki Utama, pedagang sudah beberapa kali melakukan aksi turun ke jalan. Terakhir, para Pedagang Blok F berdemo di depan Balaikota pada 9 Januari lalu. Pada Juli 2017, PD PPJ bersama investor revitalisasi Gedung Blok F Pasar Kebon Kembang sempat memaparkan siteplan di Hotel Pangrango 2 Pajajaran. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan, saat itu pedagang melakukan aksi walk out lantaran tak setuju dengan siteplan yang ada.

Sementara Pembina Paguyuban Pedagang Blok F Aziz Balpas menerangkan, banyak konsep dalam siteplan yang dianggap pedagang bakal merugikan pedagang lama. Salah satunya, pintu masuk yang tidak selandai dengan jalan raya. “Itu akal-akalan mereka aja. Masa naik sampai 80 sentimeter? Kalau memang biar sejajar dengan pembangunan jalan, paling naiknya hanya 30 sentimeter,” ujarnya.

Aziz menambahkan, siteplan yang disodorkan investor dinilai bakal merugikan pedagang sepatu yang berada di pintu belakang gedung Blok F. Pasalnya, dalam siteplan bagian belakang, pintu masuknya akan naik sekitar 4 meter. “Ini sudah melanggar KAK (Kerangka Acuan Kerja, red). Padahal, dalam KAK kami diprioritaskan,” ketusnya.

Diketahui, Direktur Utama PD PPJ Andri Latif melalui suratnya mengatakan, pihaknya mengundang perwakilan Pedagang Blok F Pasar Kebonkembang ke Kantornya di eks Gedung Sukasari di Jalan Siliwangi, hari ini (22/1) pukul 10.00 WIB. “Sehubungan dengan akan dilaksanakan pembangunan pasar Blok F,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pasar Kebonkembang Iwan Arif Budiman mengatakan, dalam pertemuan itu, ada beberapa poin yang disepakati, diantaranya soal siteplan yang akan dibahas lebih lanjut, TPS dan skema penempatan pedagang. “TPS harusnya yang tidak terlalu ganggu lalu lintas, juga penempatan pedagang lama. Pada gedung nantinya disepakati bisa diundi intern paguyuban. Sedangkan usulan TPS di Dewi Sartika harus dikaji tim muspida lebih dulu,” katanya kepada Metropolitan.

Mantan kepala unit Pasar Bogor ini menambahkan, hari ini wakil wali kota beserta pihak terkait akan meninjau lokasi, demi melihat kemungkinan aspirasi dari pedagang soal TPS. “Pak wakil akan kesana besok (hari ini, red), objek aspirasinya ke Blok F. Beberapa waktu lalu ketemu paguyuban, tinggal ke area TPS-nya,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman membenarkan hal tersebut. Dia menerangkan, selepas pertemuan ini,  bersama pedagang dan pihak terkait akan meninjau lokasi TPS. “Besok kita lihat langsung ke TPS, bagaimana keadaan disana, peninjauan lapangan dengan semua pihak terkait, Dishub, Polresta dan wilayah. Intinya kan tidak mau TPS yang sekarang, nah ada aspirasi, ada keinginan menggunakan sisi Jalan Dewi Sartika, sama seperti dulu relokasi pedagang Blok CD, ingin adil,” ungkapnya,

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Blok F Suryanto tetap keukeuh, dirinya bersama peguyuban enggan pindah ke TPS yang sudah disediakan di koridor antara Blok F dan Blok B. “Tidak akan pindah, kami akan pasang badan, berjuang agar aspirasi kami didengar. Tuntutan kami soal siteplan dan relokasi TPS, masih belum juga didengar,” ketusnya.

Terpisah, Pimpinan PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Rudi Ferdian mengaku tidak ambil pusing soal penolakan ini. Dirinya tidak mau terlalu berkomentar banyak. Dirinya lebih menyerahkan permasalahan ini kepada PD PPJ sebagai pemilik dan pengelola. “Soal itu sih ga komentar yah, baiknya tanya langsung ke PD Pasar sebagai pengelola. Soal keterlambatan pembongkaran, ya itu hanya asumsi, semua tergantung PD PPJ,” ujarnya.

(ryn/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *