PILKADA BOGOR TERANCAM BERANTAKAN

by -

Tes kesehatan dan pendaftaran calon telah dilalui. Tapi hasilnya, seluruh pasangan calon (paslon) yang jadi peserta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bogor belum memenuhi syarat calon. Sementara, mereka harus mengejar kelengkapan administrasi tersebut sebelum jatuh tempo, jika namanya tak ingin dicoret dari peserta pemilu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan dan hasil verifikasi administrasi berkas persyaratan lima bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Bogor 2018 di aula KPU Kabupaten Bogor, kemarin. Hasilnya, seluruh bapaslon yang sudah mendaftar masih harus melengkapi dokumen persyaratan karena belum ada satu pun yang memenuhi syarat.

Berdasarkan uraian Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti dalam Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Hasil Pemeriksaan Kesehatan Dan Penelitian Berkas Syarat Pencalonan Dan Syarat Calon Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati diketahui kalau Calon Bupati Bogor Fitri Putra Nugraha memiliki paling banyak catatan perbaikan.

Sedikitnya ada tujuh poin yang harus diperbaiki sebagai persyaratan pendaftaran peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018 di KPU Kabupaten Bogor. Mulai dari surat keterangan SPT Pajak lima tahunan, salinann ijazah yang telah dilegalisir dan lainnya. (lihat grafis)

Dokumen-dokumen yang masih perlu diperbaiki umumnya soal Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak lima tahun terakhir, ijazah yang telah dilegalisir enam bulan terakhir, daftar tim kampanye, keterangan tidak sedang pailit dan sejumlah persyaratan lain.

Baca Juga  Dana Kampanye Lebih dari Rp473 Miliar, Cagub Jabar bakal Dicoret

Sementara untuk pemeriksaan kesehatan seluruh bapaslon dinyatakan lolos. “Semua berkasnya ada, tapi ada beberapa yang harus diperbaiki dan dilengkapi agar sesuai seperti SPT pajak, legalisir ijazah dan beberapa lainnya. Jadi semuanya masih harus melengkap dan memperbaikinya,” kata Haryanto.

Untuk proses perbaikan, KPU menyediakan waktu selama tiga hari sejak besok 18-20 Januari 2018. Para bapaslon harus menyerahkan hasil perbaikan tersebut tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan. Karena menjadi syarat wajib, bapaslon yang tidak melakukan perbaikan kemunginan besar tidak akan ditetapkan menjadi calon saat penetapan calon 12 Februari mendatang. KPU akan kembali melakukan verifikasi setelah masa penyerahan untuk memastikan syarat perbaikan sudah memenuhi syarat. “Semua wajib menyerahkan perbaikan yang belum lengkap. Nanti keputusannya tanggal 12 saat penetapan calon apakah lolos atau tidak. Jadi kalau yang tidak terpenuhi tidak bisa ditetapkan sebagai calon, saat ini masih bapaslon,” tegasnya.

Belum terpenuhinya syarat calon juga terjadi di Kota Bogor. Empang paslon yang maju di Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bogor belum memenuhi syarat yang diminta KPU. Bahkan, ada calon yang ijazahnya bermasalah

Iya, di ijazahnya ada perbedaan nama. Sehingga harus ada surat keterangannya saja,” kata Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna.

Baca Juga  Social Autism Leader

Menurutnya, surat keterangan yang dimaksud adalah pihak sekolah membuktikan bahwa ijazah yang diserahkan ke KPU adalah benar milik sebagaimana pemilik KTP. Sehingga, surat keterangan itu harus diusahakan ada, karena itu menjadi salah satu persyataran yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon. “Ya diusahakanlah. Kan yang kita fokuskan ijazah SLTA atau SMA. Kalau Ijazah S1, S2 dan S3 itu bukan persyaratan multak, kalau SLTA syarat mutlak. Itu tidak usah (paslon yang mana), karena privacy,” ucapnya.

Undang menjelaskan, adapun beberapa catatan atau dokumen yang harus dilengkapi oleh para calon. Diantaranya, dokumen dari Pengadilan Niaga, dokumen sedang tidak dicabut hak pilihknya, dokumen tidak pernah terpidana dan surat keterangan pajak bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai pajak. “Sebenarnya masih ada beberapa poin lagi, tapi istilah seperti itu karena saya juga tidak bisa memberitahu seluruhnya. Tetapi, tidak terlampau banyak, ada yang sudah lengkap juga, kalau belum lengkap karena surat-surat keterangan harus diproses atau dikeluarkan oleh institusi lain,” jelas dia.

Dengan begitu, Undang berharap, para paslon dapat memperbaiki persyaratan yang belum memenuhi persyaratan hingga Sabtu (20/1). Karena, dokumen-dokumen itu masuk kedalam persyaratan yang harus dilengkapi dan hukumnya wajib. “Hanya ada tiga hari untuk melengkapinya. Harus ada. Tahapannya seperti itu dan tidak bisa diperpanjang lagi,” ingatnya.

Disinggung apakah ada kendala yang disampaikan paslon atau yang mewakili di dalam rapat pleno, Undang mengaku tidak mengetahui paslon mana yang memang belum siap. “Kelihatannya semua sudah siap. Soalnya mereka meminta kalau bisa mulai hari ini (kemarin) diperbaikinya, tetapi perbaikan kan baru dimulai besok (hari ini),” ungkapnya

Baca Juga  Anggar Kota Bogor Perkuat Tim Nasional Indonesia

Banyaknya calon yang belum memenuhi syarat administrasi turut disoroti Pengamat Politik Beddy Iriawan Maksudi. Menurutnya, kelengkapan administrasi menunjukan keseriusan calon itu dalam menjadi seorang pemimpin.

Ini baru tahap awal lho, harusnya segala sesuatunya itu dipersiapkan. Kan punya tim pemenagan, itu lah yang harus diberdayakan,”kata Beddy.

Menurutnya, KPU memiliki aturan main dalam pendaftaran calon di Pilkada. Seluruh syarat itu pun seharusnya telah diketahui jauh-jauh hari, mengingat proses persiapan menuju Pilkada juga telah dilakukan KPU.

Jangan sampai, nanti karena syaratnya tidak dipenuhi dan tidak ditetapkan, KPU yang disalahkan atau pendukung calon kecewa. Bisa berantakan Pilkada,”tutur dosen dari Universitas Djuanda kepada Metropolitan.

Menurutnya, setiap calon kepala daerah harus menyadari kalau dibelakangnya ada dukungan partai beserta konstituennya. Sehingga, walaupun syarat tersebut adalah menyangkut pribadi (personal) namun dampaknya bisa merembet luas.

Ingat pendukungnya, ini kan yang biasanya sulit dikendalikan kalau sampai tidak jadi ditetapkan gara-gara administrasinya tidak lengkap. Bisa PR lagi buat KPU,”tandasnya.

(fin/rez/ogi/d/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.