Prof Euis: Jangan Anggap Sebelah Mata Isu LGBT

by -

METROPOLITAN- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar diskusi umum bertema ”LGBT : Permasalahan Hukum di Indonesia” di Auditorium Mandiri Kampus IPB Dramaga, Bogor (6/1) bersama Kementerian Kebijakan Nasional dan Kebijakan Daerah.

Dalam diskusi ini, Guru Besar IPB di bidang keluarga Prof. Dr. Euis Sunarti jadi salah satu pembicaranya.

Menurut Prof. Euis, saat ini pelecehan seksuals esama jenis semakin meningkatd an mengkahwatirkan. Sehingga perlu dipikirkan langkah hukum untuk meminimalisirnya.

”Sejak dua tahun lalu, kami berjuang bersama 11 rekan lainnya dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu serta didukung oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA) mengajukan draft peraturan terkait kejelasan pasal perzinaan, pemerkosaan dan hubungan sesama jenis. Setelah melalui sidang yang rumit selama 22 kali, pengajuan ini ditolak dan dinyatakan kalah,”kata dia
Meskipun sempat merasakan kecewa, ia meyakini bila masyarakat jadi tersadarkan untuk memikirkan isu tersebut
“Tetapi bagi kami ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk menyadarkan masyarakat bahwa isu ini tidak bisa dianggap sebelah mata,” ujarnya.

Baca Juga  SDN Kukupu 3 Sosialisasikan Makanan Sehat

Ia menambahkan, pihaknya bersama Penggiat Keluarga Indonesia (Giga) telah melakukan penelusuran data, diskusi dan kajian terkait LGBT. Bahkan Giga telah meluncurkan tiga petisi kepada Komnas HAM dan DPR, yakni petisi untuk pencegahan upaya legalisasi LGBT, petisi perlindungan tujuh pejabat publik yang digugat organisasi LGBT, dan petisi dibentuknya Komisi Nasional Kewajiban Asasi Manusia.

“Bahkan salah satu petisi yang diajukan ditandatangani lebih dari 169 ribu tanda tangan dari masyaraka,”kata dia.

Prof Euis berharap dengan adanya diskusi umum ini diharapkan mahasiswa IPB dapat lebih peka dengan menyadarkan teman-teman  sekitar yang mengarah ke LGBT. “Saatnya turut ambil bagian dalam mendukung adanya kejelasan hukum terkait perilaku terlarang ini,”tandasnya

Baca Juga  Tol Bocimi Tahap II Gerus Sepuluh Desa

(*/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.