Sebar Makanan hingga Obat-obatan untuk Warga Nanggung

by -

Gempa dengan kekuatan 6,1 SR yang berpusat di Lebak, Banten  menyebabkan 203 rumah warga  Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor mengalami rusak berat hingga ringan. Hal itu menjadi perhatian Polres Bogor. Bersama Brimob, Polres Bogor  memberikan bantuan berupa makanan, obat–obatan dan terpal.

Jalan terjal dan longsor menyebabkan akses masuk ke lokasi gempa sulit ditempuh. Namun hal tersebut tak menyurutkan langkah AKBP Muhammad Dicky saat menyambangi warga Nanggung yang menjadi korban gempa. Ia harus menempuh perjalanan 56 kilometer dari Kota Bogor untuk menyerahkan bantuan di Kampung Citalahab. Menurut dia, kampung ini termasuk daerah yang terisolir dan berada di kaki Gunung Halimun dengan ketinggian mencapai 1.000 MDPL.

 Untuk masuk ke kampung tersebut aksesnya cukup sulit dan terjal.  “Lokasinya  memang agak terisolir karena berada di perkebunan Nirmala.  Kampung Cintalahab ini perbatasan langsung dengan Banten dan Kabupaten Sukabumi  sehingga guncangan besar dan menyebabkan kerusakan pada bagian rumah warga,”ujarnya

Pasca peristiwa gempa, masyarakat Kampung Citalahab  lebih memilih menginap di tenda – tenda pengungsian ditakutkan adanya gempa susulan.  Adapun data rumah warga yang berhasil di himpun  dari sejumlah wilayah Kecamatan Nanggung antara lain Kampung Citalahab, Desa Malasari rusak ringan 128 dan rusak berat 25 dengan total keseluruhan 153 unit, Desa Parakanmuncang rusak ringan 15 unit, rusak berat 3 unit dengan total 18 unit, Desa Bantarkaret rusak ringan 47 unit, rusak berat 77 unit dengan total 124 unit. Desa Sukaluyu rusak berat sebanyak 4 unit, Desa Cisarua 17 unit, Desa Curug Bitung rusak ringan 63 unit dan Desa Pangkaljaya satu unit.  “Di tempat ini beberapa rumah rusak karena memang rumahnya semi-permanen dan beberapa rumah permanen retak juga,” terangnya.

Masyarakat masih trauma dan tinggal di luar rumah karena getarannya cukup keras .  Saat ini Polres Bogor yang dibantu Brimob telah memberikan bantuan berupa makanan, obat – obatan, terpal  dan perlengkapan bayi. Namun Dicky menilai bantuan ini dirasa kurang cukup.  “Selain bantuan makanan, ke depannya mereka juga membutuhkan bantuan bahan bangunan untuk membangun rumah mereka kembali,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi logistik BPBD Kabupaten Bogor Asep Usman mengatakan, wilayah  Kabupaten Bogor yang terkena gempa ada  sembilan kecamatan.  Namun,  wilayah  yang paling parah kerusakan  di wilayah Barat Kabupaten Bogor yakni Nanggung, Cigudeg dan Pamijahan. “Paling parah kerusak terjadinya di Kecamatan Nanggung yakni di Desa Malasari rusak berat 22 rumah, rusak ringan 128 Rumah, dan Desa Parakanmuncang rusak berat tiga rumah  dan rusak ringan tiga rumah,” ujarnya

Pasca terjadinya bencana alam gempa bumi yang berpusat di Lebak Banten dan menerjang wilayah Kab Bogor. Tim BPBD Kabupaten Bogor sudah menurunkan 40 anggota kesembilan kecamatan yang terkena dampak gempa guna mendata korban dan rumah warga yang mengalami rusak.

“Berdasarkan data asesmen di lapangan yang paling parah Kecamatan Nanggung dikarenakan wilayah berbatas langsung dengannya Kabupaten Lebak, Banten,”katanya.

Di tengah  duka warga yang terkena gempa sempat beredar berita berantai dari mulai medsos dan grup WA adanya gempa susulan yang berpotensi terjadinya tsunami. Namun, itu semua tidak benar alias hoax. Tentunya dengan adanya berita hoax sangat menyesalkan tindakan oknum yang tak bertangung jawab tersebut. “Info adanya tsunami tersebut hoax, karena masih musim penghujan kita minta kepada masyarakat yang tinggal di area rawan longsor siaga bencana,” tukasnya.

(ads/b/els)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *