Usmar Dukung Proyek Blok F Distop

by -

METROPOLITAN – Kisruh soal rencana revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang Jalan Dewi Sartika Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah terus bergulir. Gugatan yang dilayangkan paguyuban pedagang Blok F kepada Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sebagai pengelola Blok F, terkait siteplan dan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sudah dilayangkan.

Sayangnya, dari dua kali sidang mediasi yang sudah digelar pada 3 dan 9 Januari lalu, belum ada titik terang dari permasalahan tersebut. PD PPJ kekeuh tetap melanjutkan tahapan revitalisasi meskipun sedang dalam proses hukum. Rencananya, sidang mediasi ketiga akan dilangsungkan Selasa (16/1) mendatang.

Menurut Direktur Operasional PD PPJ Syuhaeri Nasution, ada beberapa poin yang dibahas selama dua kali sidang mediasi tersebut, yakni tuntutan pedagang soal siteplan, skema penempatan pedagang, dan Tempat Penampungan Sementara (TPS). “Siteplan selandai Jalan Dewi Sartika, mereka juga menginginkan tidak ada pengundian, dan TPS di Dewi Sartika, nah itu yang tidak bisa kami kabulkan, terlalu mengada-ada. Kami kan sudah mengatur sedemikian rupa agar sesuai Permedagin, yang menyebutkan penempatan pedagang harus adil, trasnparan, tidak berat sebelah, artinya apa? Ya harus diundi. kalau tidak diundi ya tidak sesuai aturan, kami bisa dituntut. Kecuali semuanya setuju tidak diundi, semuanya ya, tidak ada terkecuali,” katanya kepada Metropolitan, beberapa waktu lalu.

Syuhaeri menambahkan, sidang mediasi akan dilanjutkan Selasa (16/1) mendatang. “Semua akan kembali dibahas, soal tuntutan mereka dan solusi nya. Nantinya hakim yang memutuskan,” ujarnya.

Hal itu ditanggapi Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman. Dia berpendapat, PD PPJ sebagai pengelola dan selaku tergugat, harusnya menghentikan seluruh tahapan pembangunan, mengingat Blok F sendiri sedang dalam proses hukum. “Ya iya atuh, orang lagi digugat kok. Sudah masuk proses hukum kan. Harusnya ya dihentikan. Hanya saja kan kalau PD PPJ keukeuh melanjutkan proses, ya mungkin mereka punya argumentasi yang kuat sehingga mereka pede pada pendiriannya,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Dirinya juga menanggapi aksi pedagang yang sempat berdemo di depan Balai Kota dan DPRD Kota Bogor. Menurutnya, gejolak akan tetap terjadi karena dua belah pihak punya agumentasi yang berbeda. “Saya sih mendukung aja, kalau PP PPJ kekeuh tetap jalan. Tapi pasti kan bakal ada tarik ulur, kan bergejolak ya,” tandasnya.

Menurutnya, lebih baik menunggu hasil persidangan, atau hingga ada putusan dari hakim. PD PPJ pun dinilai harus pro aktif untuk memback up pengadilan, bukan untuk ingin mendapatkan dukungan, melainkan agar proses dipercepat. “Sehingga kepastian hukum di blok F ada, kan gitu, karena terlanjut masuk ranah hukum, sudah tidak bisa musyawarahkan. Kalau masalah molor, atau akhirnya tertunda karena kasus, ya masuknya resiko investor,” tandasnya.

Pria 54 tahun ini menjelaskan, konsep memperbaiki tata kota tetap harus jalan namun tidak membabi buta dan tidak menepikan kepentingan masyarakat. “Dalam hal ini pedagang yah,” pungkasnya.

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *