Wali Kota BogorArahkan Pembangunan Berkonsep Keluarga

by -

METROPOLITAN- Satu lagi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan (Disdik). Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap fakta kalau tingkat kenakalan remaja khususnya siswa SMA di Kota Bogor lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kabupaten Bogor.

Tak Cuma tawuran, tapi mulai dari narkoba, kecanduan game online, minuman keras, hingga pornografi. Tak ayal, hal tersebut menjadi keprihatinan dari IPB dan tentunya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan membentuk Forum Bersama Menuju Kota Bogor Ramah Keluarga.

Dosen Perkembangan Anak dan Keluarga di Fakultas Ekologi Manusia IPB Dwi Hastuti mengatakan, riset penelitian anak dan keluarga dari IPB ini dilakukan kepada anak-anak SMA yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Baca Juga  Waspada Pencuri Sasar Kafe! Kopi Harra Disatroni Maling

Pada saat tahap rencana sosialisasi hasil riset akan dilakukan, Wali Kota Bogor Bima Arya merespon penelitian ini agar cakupannya lebih diperluas ke stakeholder lainnya dengan membentuk Forum Bersama menuju Kota Bogor Ramah Keluarga.

“Jadi tidak hanya pemikiran dari IPB saja, tetapi dari kampus lainnya seperti UNB, UIKA, Unpak dan dinas terkait untuk ikut memikirkan apa yang terjadi terhadap anak dan keluarga di Kota Bogor terutama yang sangat memprihatinkan perilaku remajanya,” ujarnya seusai Forum Bersama di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, jalan Ir. Juanda, Kota Bogor.

Menurutnya, keprihatinan ini menjadi sebuah gerakan kebaikan di Kota Bogor dengan melakukan aksi bersama dengan Tim Penggerak PKK Kota Bogor untuk mensosialisasikan hal ini hingga ke level masyarakat bawah.

Baca Juga  Hobi Melukis, Bercita-cita Jadi Pelukis Terkenal


“Aksi ini harus berlapis kalau ini disampaikan lewat kader-kader efeknya akan terasa. Sehingga muncul pengetahuan masyarakat untuk sadar kalau anak dan keluarga harus dilindungi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, empat tahun menjalankan amanah menjadi wali kota ia menyimpulkan bahwa semua pembangunan bergerak untuk keluarga. Maka, menurutnya Pemkot Bogor harus memiliki kerangka konsep pembangunan keluarga yang jelas. Selain itu, pemerintah juga tidak bisa melakukannya sendirian perlu berkoordinasi dengan semua lini, salah satunya kampus.

“Saya akan fokus dengan tema sentral untuk mewujudkan Bogor kota ramah keluarga, karena ada dimensi keluarga ini mencakup juga pada ekonomi, pendidkan, kesehatan dan spiritual,” pungkasnya. 

Baca Juga  Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang di Leuwiliang Bogor

(*/FEB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.