3.000 Anggota Paguyuban Abadi Siap Menangkan Paslon Badra

by -

METROPOLITAN – Dukungan terhadap pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachim, terus berdatangan. Dukungan kali ini diberikan oleh Paguyuban yang mengatasnamakan Aing Bima Arya-Dedie Rachim (Abadi) Bogor. Sebanyak tiga ribu anggota paguyuban pun diklaim siap memenangkan paslon nomor urut tiga di Pilwalkot Bogor 2018.

Ketua Paguyuban Abadi Bogor, Muhammad Hafiiz R Siregar, mengatakan bahwa paguyuban ini dibentuk atas hasil inisiatif dari berbagai komunitas yang ada di Kota Bogor. Tujuannya, untuk sama-sama bersinergi dalam pemenangan paslon dengan slogan Badra di pilwalkot Bogor 2018. “Kami sudah terbentuk di 6 kecamatan dan beberapa kelurahan se-Kota Bogor. Insya Allah dalam waktu dekat ini semua sudah terbentuk. Terdata sudah ada 3.000 orang yang sudah terekrut,” kata Hafiiz.

Baca Juga  DKP Kerjasama Bareng BBP2PT Badan Litbangtan

Menurut lelaki yang akrab disapa Ki Wulung ini, Paguyuban Abadi ini berfungsi sebagai poros. Artinya komponen masyarakat yang ada didalamnya bukanlah tim sukses (timses), melainkan pihak yang ingin bersinergi terus bersama Bima-Dedie jika kelak terpilih nanti sebagai pemimpin Kota Bogor. “Kami akan menjadi partner mereka dimasyarakat. Untuk memenagkan dan mengenalkan program-program mereka ke masyarakat. Tidak sekedar dalam masa pilkada saja tetapi seterusnya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bima Arya mengaku bersyukur mendapatkan tambahan energi dari akar rumput, khususnya dari tokoh-tokoh yang biasa berkecimpung di lapangan dan memiliki jaringan yang kuat. “Bagi kami dukungan ini vitamin baru di akar rumput. Kami sangat bersyukur mendapatkan tambahan energi ini,” kata Bima.

Baca Juga  Pemkot dan Pemkab Bogor bakal Duduk Bareng

Dengan begitu, Bima pun menyampaikan pesan kepada struktur Paguyuban Abadi Bogor. Diantaranya, bagaimana bersama-sama meyakinkan warga Kota Bogor untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk menuntaskan yang belum tuntas. Serta, berkampanye dengan positif artinya menghindari gaya kampanye menyebar hoaks, kampanye negatif hingga kampanye hitam. Melainkan, menampilkan gaya kampanye yang elegan, santun, etis hingga inspiratif. “Intruksi ini juga diberikan kepada semua barisan, relawan dan partai untuk mengikuti dua pesan itu. Mereka sudah mulai bergerak hari ini (kemarin) untuk melakukan pergerakan di masing-masing wilayah,” tandasnya.

(rez/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *