Bogor Bebas Virus Kawasaki

by -

METROPOLITAN – Dunia kedokteran akhir-akhir ini dibuat pusing dengan penyakit Kawasaki. Hingga saat ini dokter spesialis anak masih belum mengetahui penyebab penyakit yang hanya dapat didiagnosis secara klinis ini.  Bahkan,  virus yang  pertama kali  ditemukan di Jepang oleh dokter bernama Kawasaki, penawar virusnya mencapai Rp9,5 juta per botol.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi menjelaskan, awal mulanya ditemukan penyakit langka di Jepang oleh dokter Kawasaki. Tidak menutup kemungkinan virus tersebut di akibatkan dari pola makan yakni sering makan ikan mentah.  “Tidak menutup kemunginan virus tersebut di akibatkan faktor makan ikan mentah. Berbeda dengan luktur di wilayah Bogor yang makan ikan dengan cara dimasak dulu,  sehingga bakterinya mati,”ujar Agus.

Harga penawar virus kawasari mencapai yang mencapai Rp9,5 juta per botol. Mahal virus tersebut di kibatkan langka dan harus beli di Jepang asal penyebaran virus Kawasaki. Namun, jika ada warga Kabupaten Bogor yang terjangkit virus tersebut, tentunya di lakukan diteksi dini. “Kalau ada warga Kabupaten Bogor terjangkit virus Kawasaki, kita laporkan ke Provinsi Jabar, lalu ke pusat. Namun sampai saat kita belum menemukan warga yang terjangkit,”katanya.

Baca Juga  Duh, Kasus Suap Sekdis DPKPP Belum Ada Tersangka Lagi

Senada, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Bogor Intan Widayati menambahkan, dari 101 Puskemas belum ada laporan balita terjangkit virus Kawasaki. Gejala awalnya adalah demam yang sangat tinggi selama lima hari dan rata-rata menyerang balita. Meski sudah diberi obat penurun, namun panas pada penderitanya tak kunjung turun. “Memang gejalanya mirip dengan demam berdarah. Misalnya, suhu badan panas yang tidak stabil hingga lebih dari empat hari. Jika Dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit Demam Berdarah atau Campak,” terangnya.

Walaupun di Kab Bogor tidak ada yang terjangkit virus kawasaki, tentunya Dinas Kesehatan bersama elemen masyarakat berperan aktif dengan cara  PHBS. Selain itu,  mengajak para orangtua  untuk memeriksakan balitanya secara rutin ke Posyadu.  Jika rajin ke psoyandu, ketika ada anak yang belum di berikan imunisasi  ataupun mengidap penyakit bisa di terdata

Baca Juga  Sabar Dulu.. Anak Dibawah Usia 12 Tahun di Kota Bogor Baru Bisa Divaksin Tahun Depan

“Tujuannya, tentu untuk mengajak masyarakat peduli dengan lingkungan sekitar, terutama lingkungan bagi buah hati mereka, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya berharap, masayrakat mengalakan PHBS dan para orantua rajin membawa balitanya ke posyandu,”pintanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Egi menegaskan, ketika bicara penawar vaksi kawasaki mahal, tidak ada alasan karna kesehatan itu mahal.  Yang terpenting,  Dinkes harus bisa menditeksi dini dan memantau perkembangan virus tersebut jangan sampai masuk ke Kabupaten Bogor. “Jika virus itu mahal bisa mengajukan ke pusat, apalagi hal tersebut urgen. Intinya jangan sampai lambat dalam melakukan penanganan jika ada warga Kab Bogor yang terjangkit virus kawasaki,” tukasnya.

Baca Juga  Kondisi Lapangan Siaga Memprihatinkan

(ads/b/els) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *