DLH Temukan Kandungan Merkuri di Kecamatan Simpenan

by -

METROPOLITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, kemarin menemukan sejumlah fakta adanya pencemaran merkuri di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. DLH pun mengakui ada temuan yang mengarah pada kadar kandungan merkuri di beberapa lokasi pengolahan emas masyarakat. ‚ÄúDari hasil pemeriksaan ke beberapa lokasi di Kecamatan Simpenan, hanya ada 3 titik dan itupun sudah tidak beroperasi,” kata Anna, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, kepada wartawab.

Dari lokasi itu DLH menemukan ada kolam penampungan bekas buangan pengolahan emas dengan kondisi yang tidak layak dan rentan memberikan paparan merkuri ke masyarakat. Ketika cek PH airnya, nilainya 5. Airnya asam masih ada sisa-sisa tumpukan sludge (lumpur) dan itu terkontaminasi. Penampungan itu tidak kedap air dan terserap kembali ke tanah sementara di sekitar tempat itu ada sumur yang airnya diminum oleh warga.

Baca Juga  Dewan Bentuk Pansus Bahas Tatib

Dampak dari merkuri tidak terasa langsung. Namun baru akan terasa jangka panjang atau terakumulasi. “Itu mengandung logam berat, efeknya berbahaya bagi tubuh. Meskipun tidak terasa langsung namun secara bertahap dan jangka panjang baru akan terasa bisa 5 tahun 10 tahun bahkan 15 tahun,” lanjutnya.

Sejauh ini DLH baru mengambil sampel dari Kecamatan Simpenan, di mana hasil dari pengecekan sampel baru akan diketahui 14 hari ke depan. “Kita akan cek air limbahnya, hasilnya 14 hari kerja,” imbuhnya.

Sebelumnya, sudah hampir setahun ini bocah di Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi terserang gatal. Bentolan kecil mengelupas menyerang permukaan perut, kaki, tangan hingga wajah anak-anak di desa tersebut.

Baca Juga  Pemdes Nanggerang Gaet Polisi

Selain Cisolok, ada lima kecamatan lainnya yang diduga warganya terpapar merkuri yaitu Kecamatan Simpenan, Ciemas, Ciracap, Waluran, dan Surade.

(ern/de/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *