Kades Banyu Asih Bantah Ada Ulama di Bacok

by -

CIGUDEG – Isu pembacokan seorang ulama bernama Sulaeman di Desa Sinar Asih, Kecamatan Cigudeg, yang menjadi viral di medsos dan meresahkan masyarakat merupakan kabar tidak benar alias hoax. Hal itu diunhkapkan lansung oleh Kapolres Bogor dan Kepala Desa Banyu Asih.

Kepala Desa Banyu Asih, Mudis Sunardi memaparkan, peristiwa pembacokan terhadap Sulaeman benar adanya. Tetapi, profesinya bukanlah ulama seperti kabar yang tersebar di medsos melainkan seorang petani. “Saya juga baru mengetahui kejadian tersebut adanya laporan dari ketua RT setempat, bahwa Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WiB telah terjadi pembacokan kepada korban oleh pelaku di kebon duren milik korban,” ujarnya.

Sebagai informasi, kejadian bermula saat pelaku hendak membeli durian dengan harga Rp5 ribu namun oleh adik korban tidak diperbolehkan karena harga jual durian berkisar Rp30 ribu sesuai harga pasaran. Namun tak disangka, selang beberapa lama pelaku datang ke kebun durian membawa sebilah golok lalu terjadilah aksi pembacokan terhadap korban.

Baca Juga  Bangun Desa Lebih Maju dan Berkembang

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, menjelaskan setelah dilakukan pengecekan oleh Jajaran Polsek Cigudeg dan Satreskrim Polres Bogor dilapangan, ternyata kabar tersebut dipastikan tidak benar. “Kami akan kejar pelaku penyebar informasi yang sudah meresahkan masyarakat,” terangnya.

Apalagi, tambah Kapolres, dalam pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2006 menyebutkan, pelaku terancam hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp1 Miliar.

Hasil pengecekan memang ada kejadian pembacokan oleh Jamhari (53) yang diduga mengalami gangguan jiwa pada Selasa (6/2) terhadap Sulaeman (55) tetangganya sendiri. “Tetapi korban bukan seorang Ustad ataupun Ulama dan tempat kejadiannya pun bukan di Desa Sinar Asih tetapi yang benar di Kampung Cijambe RT 02/RW 01 Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg,” ungkapnya.

Baca Juga  Penyaluran BLT Dana Desa di Leuwisadeng, Dua Warga Gagal Dapat Bantuan Karena Belum Vaksin

(mul/b/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *