Kampanye Paslon Badra: Sapa, Dengar dan Bagi Semangat

by -

METROPOLITAN – Hari pertama masa kampanye pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachim, dilakukan dengan blusukan ke masyarakat. Paslon dengan slogan Badra ini mengunjungi tiga wilayah sekaligus di Kecamatan Bogor Barat pada Kamis (15/2) lalu.

Dengan berlari sejauh 7 kilometer bersama Bala Badra, Bima-Dedie menyapa sejumlah warga yang terbaring sakit. Mengawali gerilya di Kampung Cijahe, Kelurahan Semplak, Bogor Barat, Bima-Dedie menyalami setiap warga yang ditemuinya dari gang ke gang. Tiba di Kampung Cemplang, RT 3/13, Cilendek Barat, kedunya menemui seorang kakek renta bernama Entong (85) yang mengidap penyakit prostat. Keduanya juga tampak memanjatkan doa untuk kesembuhan kakek tersebut serta memberikan semangat kepada keluarga.

Perjalanan kembali dilanjutkan ke Kampung Baru RT 6/RW 1, Curug Mekar. Disana Bima-Dedie menjenguk bocah berusia 10 tahun bernama Farhan. Anak tunggal pasangan Ipit Sukria dan Rihmayanti itu sebelumnya sempat kritis dan koma akibat adanya cairan di kepala.

Dalam gerilya itu juga, Bima-Dedie sempat melintasi perkebunan yang dikelola Totong (74), seorang kakek pensiunan PNS Kopassus. Kebun yang dikelola Totong merupakan kebun milik orang lain. Tak jauh dari lokasi itu, Bima-Dedie kemudian ‘dicegat’ oleh sekumpulan ibu yang ingin berswa foto bersama pasnagan Badra. Kemudian mereka mengajak ibu-ibu itu untuk meminum jamu dari pedagang yang kebetulan melintas.

Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Taman Yasmin. Di sana warga yang ditemui Bima-Dedie mengeluhkan jalan rusak sejak diserahkan menjadi fasos fasum oleh developer kepada Pemkot Bogor serta meminta Bima-Dedie untuk menertibkan pasar kaget di Bunderan Taman Yasmin. Sejumlah keluhan warga yang ditemui pasangan ini dicatat untuk diambil langkah-langkah konkret untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “Jadi ini namanya Badra geriliya yang akan kita lakukan setiap hari selama empat bulan (masa kampanye). Kita bergeliria sejauh 7 kilometer menembus 3 kelurahan di wilayah Bogor Barat selama hampir 3 jam mengetuk pintu, menyapa hingga melihat keseharian warga,” kata Bima.

Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi fokus dirinya bersama Dedie dalam masa kampanye ini. Yakni menyapa dan mendengar harapan warga. Lalu, melihat apa yang sudah dilakukan dan belum oleh pemerintah selama empat tahun belakangan. Serta ia ingin membagikan semangat kepada seluruh jaringan di setiap wilayah. “Ketiga itulah yang menjadi sasaran kami. Kita juga ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang ramah untuk keluarga, yakni dengan dimulai dari rumah semuahnya,” ucapnya.

Sementara itu, ditengah geriliya yang dilakukan bersama sejumlah pendukung, ada yang menarik perhatian paslon dengan slogan Badra ini, tepatnya disebuah barbershop di kawasan Cilendek Timur. Bima yang didampingi Dedie kemudian meminta tukang cukur untuk merapihkan rambutnya yang mulai panjang. “Karena kebetulan saja, mau dirapihin sedikit, saya mau umrah nanti sabtu selama 10 hari, cukup meyakinkan juga tempat cukurnya (bertema kotak-kotak corak hitam putih),” ucap dia seraya tersenyum.

Sementara itu, tukang cukur Qiew Barbershop, Ricky (35) mengaku senang dengan kedatangan Bima-Dedie di tempatnya. Ia mengaku canggung ketika harus memegang kepala sang walikota nonaktif itu. “Deg-degan sih tapi bangga bisa pegang dan cukur kepala wali kota,” ucap Ricky lalu tertawa.

(rez/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *