lima paslon Sepakat Tolak Politik Uang dan Isu SARA

by -

METROPOLITAN – Lima pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bogor 2018, sepakat menolak politik uang dan politisasi isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) di pemilihan bupati (pilbup) Bogor 2018. Pernyataan tersebut disampaikan saat deklarasi lawan dan tolak politik uang dan isu SARA yang diselenggarakan Panitia Pen­gawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor di Puri Avia Megamendung, Kamis (15/2).

Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin mengatakan, politik uang meru­pakan kerawanan yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah. Untuk itu, melalui deklarasi ini, panwaslu mengajak seluruh elemen menciptakan pilkada yang bersih dengan menolak politik uang dan isu SARA. “Melalui deklarasi ini, semua elemen sepakat berkomitmen mewujudkan pilkada berkuali­tas dan berintegritas tanpa politik uang dan politisi SARA. Harapan kami, deklarasi ini bukan cuma seremoni belaka, tetapi semua bersama-sama menjaga pesta demokrasi ini. Termasuk paslon berkomitmen menjaga pilkada yang bersih. Jangan sampai ada poli­tik uang,” ujar Ridwan kepada Metropolitan usai deklarasi.

Di samping itu, sanksi politik uang cukup berat. Paslon yang terbukti bisa sampai didis­kualifikasi atau dibatalkan pencalonannya. Sementara untuk penanganan politisasi SARA, panwaslu bekerja sama dengan kepolisian untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, termasuk melakukan pengawasan ke media sosial. “Politisasi isu SARA ini sangat berbahaya. Maka kami mengajak paslon juga memberi pemahaman kepada tim dan masyarakat agar tidak menggunakan cara-cara ini. Yang pasti ada pengawasan khusus soal penyebaran isu SARA atau berita bohong ini. Kami bekerja sama dengan kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, calon bupati Bogor nomor urut dua, Ade Yasin, menganggap deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari aturan yang ada. Perempuan yang berpasangan dengan Iwan Setiawan ini juga berharap aturan ini bisa dipahami masing-masing calon beserta timnya. “Insya Allah ini akan dipahami masing-masing calon dan semua terhindar dari politik uang dan politisasi isu SARA,” yakin Ade Yasin.

Di tempat yang sama, calon bupati Bogor nomor urut tiga, Jaro Ade, meyakini seluruh paslon bisa berkomitmen melawan politik uang dan politisasi SARA. Jika demikian, dirin­ya yakin tim pemenangan dari masing-masing paslon juga bisa menghindari hal tersebut.

Selain itu, Jaro Ade mengajak seluruh paslon dan tim menggunakan komunikasi politik yang santun saat masa kampanye. Hal ini dilakukan agar kondusivitas di Ka­bupaten Bogor tetap terjaga. Kondusivitas juga berkaitan dengan pilkada yang bersih tanpa politik uang dan politisasi isu SARA. Ia yakin pilkada kali ini kondusif seperti sebelum-sebelumnya dan menghasilkan pemimpin yang amanah dan sesuai apa yang diinginkan masyarakat. “Kabupaten Bogor harus menjadi contoh dan saya yakin apa yang dilakukan panwaslu sudah sesuai aturan dan saya percaya mereka melakukan pengawasan dengan profesional,” pungkas Jaro Ade.

(fin/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *