Mahasiswa Ikut Desak Kejari Usut Untung

by -

Laporan pengusaha ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, soal dugaan Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono ‘main proyek’ revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang jadi perhatian Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bogor. Jika tak kunjung diproses, mahasiswa bakal turun ke jalan dan menuntut kejelasan kasus yang diduga menimpa pimpinan dewan itu.

Wakil Ketua KAMMI Bogor Lathif Fardiansyah mendorong Kejari Kota Bogor demi mengusut tuntas permasalahan yang mendera pimpinan DPRD. “Harus diusut tuntas. Jangan sampai berlarut-larut. Jika begitu, ngambang dan tidak diurus-urus, kami akan turun ke jalan menuntut pihak terkait bekerja lebih cepat,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, jika dugaan tersebut benar adanya, tentu akan sangat mengecewakan, dan sama halnya seperti pengkhianatan wakil rakyat terhadap rakyatnya sendiri. “Tentu ini fatal (kalau sampai terbukti), karena itu KAMMI Bogor mendorong kejaksaan untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, segala bentuk korupsi dan hal hal yang merugikan rakyat, akan KAMMI lawan, dan akan terus kami kawal,” ujarnya.

Sebelumnya, Untung W Maryono dilaporkan perusahaan PT Pakuan Propertindo Raya Jaya ke (Kejari) Kota Bogor karena dianggap mengingkari janji. Dalam surat laporan, Untung diduga telah menerima uang sebesar Rp795 juta, dari perusahaan tersebut dan dijanjikan mendapatkan jatah pengerjaan proyek revitalisasi gedung Blok F Pasar Kebonkembang.

Baca Juga  Raperda PKH Harus segera Diparipur nakan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor pun akan kembali memanggil Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono, untuk dimintai klarifikasi perihal adanya laporan pengusaha, atas dugaan ‘main proyek’ revitalisasi Blok F Kebonkembang. Diketahui, Politisi PDI Perjuangan itu rupanya mangkir saat dipanggil Kejari, Senin (29/1) lalu.

Menurut Kepala Seksi Intel Kejari Kota Bogor Widianto Nugroho, pihaknya sudah berupaya mengundang Ketua DPRD untuk mengklarifikasi kepada Kejari soal laporan itu. “Tapi Pak Untung tidak datang, tanpa konfirmasi sama sekali,” katanya kepada Metropolitan, di Balai Kota, beberapa waktu lalu.

Sedangkan ketiga pengusaha yang membuat laporan, sambung Widi, memenuhi undangan Kejari untuk klarifikasi atas dugaan tersebut. Widi menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap Untung Senin (12/2) nanti. “Ketiganya hadir, cuma ketua dewan saja yang tidak. Seharusnya, jika tidak bisa datang, setidaknya bisa konfirmasi, apa alasannya tidak bisa datang. Kami akan panggil lagi awal pekan depan,” ujarnya.

Baca Juga  Struktur Demokrat Siap Menangkan Kang Leo

Terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor Najamudin menjelaskan, pihaknya masih menunggu kelanjutan penanganan pelaporan perkara dari Kejari Kota Bogor. Politisi PKS ini melanjutkan, hingga kini BK masih menunggu dan belum memonitor lebih lanjut. “BK memang sudah menerima surat pengaduan soal masalah itu. Namun, dalam surat tersebut tidak tertera nama pengirim. Jadi kami sulit untuk tindak lanjut. Lagipula, surat itu dikirim ke kami sifatnya hanya tembusan, dan masalah ini sudah ditangani kejaksaan,” katanya saat dihubungi.

BK Dalam hal ini, sambungnya, baru bisa menentukan sikap setelah ada informasi lebih lanjut dari Kejari perihal penanganan perkara yang membawa nama pimpinan dewan tersebut. “Baru setelah itu, nanti pihak-pihak terkait akan kami panggil, untuk selanjutnya dibahas bersama,” tandasnya.

Baca Juga  Dewan Dan DLH Ontrog PT Milco Beverage Industri

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono justru menuding ada beberapa pihak yang diduga ingin menggulingkan posisi dirinya di anggota dewan. Dikonfirmasi via telepon, ia membeberkan perasaannya yang merasa ditikam rekannya sendiri. Termasuk, dugaan upaya menggulingkan Untung dari kursi ketua DPRD Kota Bogor. “Bisa jadi (ada yang mau jadi ketua). Di tahun politik ini semua memungkinkan,” katanya.

(ryn/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.