Masa Kampanye, Paslon ESA Fokus Temui Masyarakat

by -

 METROPOLITAN – Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor Edgar Suratman dan Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat tampak ingin memanfaatkan betul masa kampanye yang sudah berjalan dua hari ini. Turun menemui masyarakat untuk melakukan silaturahmi jadi fokus utama dalam masa kampanye yang dilaku­kan pasangan dengan slogan ESA tersebut. Seperti yang dilakukannya ke kediaman Suparta di RT 02/08, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanahsareal, kemarin. “Kami fokus menemui masyarakat, menyesuaikan dengan tahapan kampanye,” kata Edgar.

Dalam kegiatan silaturahmi ini, Edgar mengatakan, kriteria pimpinan yang baik dan ideal untuk memimpin Kota Bogor yakni sidik, amanah dan fathonah. Sedangkan kri­teria pemimpin di Jawa Barat adalah nyunda, nyantri, nyakola dan nyantika. Edgar pun menjelaskan arti kriteria tersebut.

Pertama, pemimpin itu harus nyantri. Artinya agamanya kuat, tidak hanya pen­getahuannya saja yang baik tetapi amaliah juga sesuai antara sikap dan ucapan. Kedua adalah nyakola. Meski lebih mengedepank­an pendidikan, tetapi tidak cukup memiliki pendidikan yang tinggi. Namun, ilmu yang dimiliki seorang pemimpin itu harus ber­manfaat untuk masyarakat. “Jika untuk ego individu tidak bermanfaat, sebaiknya ilmu itu dikembalikan untuk umat,” jelasnya.

Kriteria ketiga yakni nyunda. Artinya jangan sampai budaya luar diekspor ke Kota Bogor, sehingga sudah seharusnya masyarakat bangga dengan budaya sendiri. Sebab, kearifan lokal itu memiliki makna yang tinggi. Karakter bangsa bisa kokoh jika karakter daerah kuat. “Saat ini saja sudah banyak orang luar negeri belajar seni budaya Sunda. Sebaliknya, bagaimana dengan warga yang lahir di tanah kelahirannya,” imbuhnya.

Terakhir kriteria nyantika. Sifat pe­mimpin itu harus menunduk tidak mem­perlihatkan kesombongan, ramah dan juga kooperatif. Jangan sampai jabatan itu segalanya. Padahal, itu hanya amanah sesaat yang diberikan. “Jadi kita sampaikan kriteria itu. Jika kritera itu ada di pasangan kesatu, pilih ke pasangan nomor urut satu. Tapi jika ada di nomor urut dua, pilih kedua dan seterusnya,” bebernya.

Edgar menambahkan, untuk saat ini setelah penetapan nomor urut pasangan, ke­giatan silaturahmi dengan masyarakat akan terus ditingkatkan, baik dengan tokoh atau bersilaturahmi dengan masyarakat. Edgar juga optimis tim pemenangannya bekerja maksimal. Selain itu, arus bawah yang turut mendukung pasangan Edgar-Sefwelly sangat besar. “Arus bawah ini (relawan, red) tumbuh dengan sendirinya dan memiliki keinginan bergabung. Saya juga sudah mengunjungi posko yang didirikan sendiri. Kami berjuang, bekerja untuk masyarakat,” tandasnya.

(rez/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *